Saya=Aku
Dalam pelajaran bahasa Indonesia telah kita ketahui bahwa aku dan saya mempunyai makna yang sama, aku adalah kata ganti(pronoun) dari kata saya. Karena kesamaan itu maka kebanyakan dari kita mengabaikan penggunaan kedua kata tersebut. Banyak dari kita mencampur-adukkan penggunaan kata aku dan saya dalam suatu tulisan(postingan,cerpen dan novel) yang mengakibatkan tulisan menjadi aneh untuk dibaca.
Namun berbeda dengan teman saya sekaligus pak Kyai baru di Tanah Suci para Warok yaitu K. Dawam Multazam, dalam menulis beliau sangat konsisten dengan satu kata ganti subyek yaitu “saya“. Menurut beliau gaya penulisan yang menggunakan kata ganti subyek “saya” menunjukkan bahwa sebuah tulisan bersifat formal dan resmi sehingga enak untuk dibaca.
Di samping itu, tidak mencampur adukkan kata “aku” dan “saya” dalam satu tulisan memperlihatkan kualitas suatu tulisan. Jika suatu tulisan menggunakan dua kata yang maknanya sama akan tetapi mempunyai fungsi berbeda, maka tulisan itu akan terasa aneh ketika di baca.
Seperti contoh di bawah ini:
“Hampir terlupakan olehku, Pletuk sebuah tempat wisata yang berada di dusun Kranggan, Jurug kec. Sooko – Ponorogo. Kawasan wisata itu terakhir kali saya kunjungi satu tahun yang lalu bersama kawan-kawan pecinta alam. Satu tahun berlalu Pletuk yang dulu masih Perawan kini telah menjelma menjadi tempat yang begitu indah.”
Bagaimana perasaan kita ketika membacanya? diakui ataupun tidak kita akan merasakan adanya sebuah kejanggalan dalam bacaan ini sehingga mengakibatkan ketidaknyamanan dalam membaca. Ketidaknyamanan itu diakibatkan karena ketidak konsistenan sang penulis dalam penggunaan kata ganti subyek.
Kekonsitenan beliau rupanya tidak berbuah sia-sia. Terbukti dengan dinobatkannya beliau sebagai pemenang ketiga lomba mereview karya tulis(cerpen) Pak Sawali(seorang guru sastra dan juga seorang blogger ternama) dalam rangka HUT ke-1 blog sawali.info. Dan dengan tulisannya beliau akan terus berbagi karena menurut beliau Ngeblog Adalah Berbagi





ooo gitu yah… aku masih suka campur aduk tuh… mohon ampuni saya… :p
dita_disini’s last blog post..Yellow Fawn
[Reply]
Saia?
[Reply]
@dita_disini, itu hanya pendapat saya mbak :) jadi silahkan menggunakan bahasa yang mungkin nyaman dengan anda
[Reply]
dafhy Reply:
May 21st, 2009 at 11:34 am
@JAUHDIMATA, pletuk terletak di dusun Kranggan, Jurug kec. Sooko – Ponorogo jeruk sing ke timur om
[Reply]
dafhy Reply:
May 23rd, 2009 at 2:07 am
@meylya, menurut EYD sama mbak tapi berbeda penggunaannya saja :)
[Reply]
@gajah_pesing, menurut EYD itu salah om :)
[Reply]
dafhy Reply:
May 21st, 2009 at 11:36 am
@alief, manut ngapain om?
[Reply]
dafhy Reply:
May 23rd, 2009 at 2:08 am
@suryaden, Amin. setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda om :)
[Reply]
pletuk wi daerah endi to
“halah kok malah takon pletuk”
JAUHDIMATA’s last blog post..SBYberBudi Tidak Berumur Panjang
[Reply]
lok aku manut ajah dah…..
[Reply]
menurutku aku atau saya sama ajalah mas
meylya’s last blog post..Nyanyian Negeri
[Reply]
dafhy Reply:
May 23rd, 2009 at 2:09 am
@denologis, ow begitu ya? berrarti kekonsistenan dalam penggunaan yang teapt dengan tempatnya pak guru?
[Reply]
semoga bisa ditularkan dengan baik, tapi memang banyak juga yang pandangannya berlainan
[Reply]
dafhy Reply:
May 23rd, 2009 at 2:10 am
@LuXsmaN, kamyu
[Reply]
yah, meskipun lebih formal, tapi saya ndak membidik pada formalitas dan resmilitasnya lho Dafh. Saya memakai “SAYA” pada umumnya, dan “AKU” pada khususnya. Yang terpenting adalah konsistensi penggunaannya harus menyesuaikan tempat. :)
**nggoleki Blogger Nasional sing nggarai populer kekyaian**
denologis’s last blog post..Pesan Deklarasi Capres-Cawapres
[Reply]
dafhy Reply:
May 23rd, 2009 at 2:11 am
@Andy MSE, kesamaan dua kata itu sudah dari sononya pakde jadi ya sampai nantipun akan tetap sama artinya
[Reply]
AQ
[Reply]
dafhy Reply:
May 23rd, 2009 at 6:12 am
@sawali tuhusetya, iya pak hal itu yang ingin saya jelaskna di sini :)
K Dawam Multazam itu mas denologis pak :)
[Reply]
konsisten iya, tapi saya tetep saja sama dengan aku…
betul = benar… kebetulan = kebenaran??
Andy MSE’s last blog post..Kyai Slamet Dolan Ke Solo
[Reply]
dafhy Reply:
May 23rd, 2009 at 6:13 am
@cah ndeso, kapan?
[Reply]
ah, pernyataan mas dafhy memang benar. kata aku dan saya memang bersinonim, tetapi kedua kata ini memiliki nilai rasa yang berbeda. aku sering digunakan utk ragam santai, sedangkan saya utk ragam resmi alias formal. btw, K. Dawam Multazam itu ternyata mas deno, yak, hehe … baru tahu saya, haks.
sawali tuhusetya’s last blog post..Kita Hidup di Tengah Peradaban Horor?
[Reply]
dafhy Reply:
May 23rd, 2009 at 6:14 am
@olip, dan itu adalah hak anda (blush)
[Reply]
wes eroh
[Reply]
dafhy Reply:
May 23rd, 2009 at 6:15 am
@Rindu, iya mbak mungkin saya juga bisa digunakan untuk merendahkan diri sang penulis :)
[Reply]
dafhy Reply:
May 23rd, 2009 at 6:19 am
@galuharya, setuju. yang saya maksud dalam postingan ini adalah Saya memakai “SAYA” pada umumnya, dan “AKU” pada khususnya. Yang terpenting adalah konsistensi penggunaannya harus menyesuaikan tempat
[Reply]
kadang aku … kadang juga saya …
olip’s last blog post..Musik ku
[Reply]
dafhy Reply:
May 23rd, 2009 at 6:16 am
@deeedeee, wah gaya bahsa sampean unik nu mbak
[Reply]
Saya lebih sederhana daripada “Aku” yang terkesan menggurui gitu … :)
Rindu’s last blog post..ALLAH, The Invisible Hands
[Reply]
dafhy Reply:
May 27th, 2009 at 12:39 pm
@ridu, saya juga belum terlalu bisa menggunakan bahas Indonesia dengan benar om. hanya sedang belajar saja
[Reply]
dulu saya pake “gw”, terus berlanjut ke “aku” sekarang keasikan pake kata “saya” :mrgreen:
deeedeee’s last blog post..Faktor U atau Keturunan
[Reply]
wah,, bahasa indonesia saya nilainya palign kecil =_=’
jadi kalo saya nulis sekenanya aja.. jadi gak bagus deh kualitas tulisan saya =_=’
maafin ya pak guruuu
ridu’s last blog post..Dunia Dalam Televisi
[Reply]
Heeem… saya mencampuradukkan penggunaan tersebut. Tapi dengan tujuan tertentu.
Ketika saya bercerita saya menggunakan kata “aku”, agar pembaca ikut terbawa arus cerita. Namun ketika cerita tersebut sudah selesai dan saya ingin mengemukakan pendapat saya, maka menggunakan kata saya. Jadi pembaca dapat membedakan yang mana yg cerita yg mana yg sudah menjadi ranah opini
Salam,
EKA :)
[Reply]
ngunu yo aleh,,!
baru tahu.,,
[Reply]
ngeblog dengan gaya bahasa masing2.. terserah saja..
[Reply]
setuju! berbagi untuk negeri, hehehehhe, nice blog anyway… :)
inal’s last blog post..Kerja di LSM? WTF!?
[Reply]
klo tulisannya formaal.. akan lebih memudahkan orang luar yang membacanya dgn trnslator mas… :)
[Reply]
konsistensi memang berat dalam menulis, mungkin dalam satu paragraf saja inkonsistensi ada apalagi kalo berlembar halaman, bweh! mdrcct dungs! mwekmwekmwek
salam nggo Kyai Dawam <—- haram ora WAKAKKAkKAKAKK!! mdr cct
senoaji’s last blog post..Relaksasi
[Reply]
memang benar sekali yg saampean ulas disini mas dafhy
akan tetapi blog adalah media untuk berekspresi jadi penggunaan kata atau kalimat sepertinya itu merupakan hak preogratif sang penulis
bukan begitu ?
galuharya’s last blog post..Saat Terakhir
[Reply]
hehehehe saya banget tuh, suka nyampur2 antara saya dan aku dalam satu postingan
Ade’s last blog post..The Climb
[Reply]
Bener sekali. Itu sebabnya saya punya beberapa blog tp satunya pake “saya” satu lagi pake “aku” ….
mami vaya’s last blog post..Iseng atau memang Klepto?
[Reply]
wah, betul ini… bahkan saya juga sering mengabaikan hal ini. matur suwun….
Aris’s last blog post..Kesehatan yang Mahal, atau Dokter yang tidak Profesional ?
[Reply]