Kartini Sang Pahlawan Emansipasi

Rabu, 21 April 2010 sebuah perayaan hari Kartini dirayakan. Ada banyak perlombaan baik dari lomba busana maupun lomba yang lainnya diadakan, khususnya di TK ataupun playgroup. Acara lomba itupun juga diadakan di salah satu playgroup di kota ponorogo ini. Seorang keponakan saya yang notabene anak perempuan dari tadi pagi sudah semangat ingin segera ke sekolahan untuk mengikuti lomba busana ala kartini. Walaupun dia (keponakan saya) tidak mengenal siapa itu kartini, tetapi dia sangat semangat mengikuti lomba itu.

Sejarah mencatat. RA Kartini, adalah seorang dari kalangan priyayi putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara, yang dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 ini mendobrak tradisi dijamannya. Dimana pada saat itu perempuan Jawa menderita akibat kungkungan adat, diantara yang paling menonjol adalah tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu.

Sedikit melenceng dari apa yang saya bahas di pembukaan postingan ini, saya ingin mencoba mengeluarkan uneg-uneg saya tentang perempuan masa kini yang menjunjung tinggi emansipasi wanita. Setelah membaca komentar mas Andri di postingannya pak Andy, saya sejenak berfikir sepertinya benar apa yang dikatakan mas andri :

Emansipasi wanita saat ini sepertinya sudah keluar jalur. Kalau ditelaah dari intisari surat kartini, justru wanita sekarang malah *maaf* banyak yang merendahkan dirinya sendiri, dan bukan. Sekali lagi bukan emansipasi seperti ini yang diinginkan ibu kita kartini.

Memang tidak semua wanita mewakili apa yang dikatakan mas Andri, tapi gambaran umumnya memang seperti itu kenyataannya.  Tapi coba kita lihat, banyak wanita  karier yang bekerja lantas kurang menghargai suaminya karena suaminya berpenghasilan lebih kecil atau bahkan tidak bisa menafkahi keluarganya karena sakit atau sebab lain. Banyak wanita yang saat ini dengan alasan ekonomi dan semangat berkarya, sangat gigih bekerja sampai lupa bahwa mereka telah melewati usia pernikahan dan berdampak pada kesulitan dalam mendapatkan pasangan, kemudian pasrah dan mengalah pada keadaan dengan mengatakan “jodoh itu ditangan Tuhan, ditunggu saja, nanti juga ada saatnya”.

Beralih ke masalah politik, saat ini memang kedudukan wanita dalam komposisi kabinet pemerintahan selalu jadi sorotan, ada berapa wanita dalam suatu kabinet pemerintahan menjadi berita hangat setiap pengangkatan anggota kabinet baru. Bahkan sekarang para wanita mulai berani unjuk gigi dengan mencalonkan jadi wali kota, wakil wali kota, bupati maupun wakil bupati. Bagi saya sendiri sah-sah saja sebenarnya pencalonan itu, dan itu sudah mencerminkan kesetaraan derajat antara wanita dengan laki-laki di dalam dunia politik. Namun menjadi agak aneh bagi saya ketika para wanita yang mencalonkan diri itu hanya mengandalkan ketenaran dan juga kecantikan fisik saja untuk maju, dan tak diimbangi dengan kecerdasan fikiran dan juga kematangan bersikap (sudah tahu yang saya maksud?).

Ah entahlah apapun kenyatannya dengan postingan ini saya hanya ingin mengucapkan Selamat hari kartini *semoga semangat Kartini kan terus menyala bukan dengan hanya memperingatinya dengan lomba berbusana kebaya, masak dsb, tapi kan selalu tertanam di dada untuk memajukan negeri tercinta*

Catatan ~dafhy~ dengan postingan ini saya juga ingin mengenang satu tahun kepergian seorang sahabat, sahabat pertama kenal dunia ngeblog ( Sassie) yang harus kembali ke haribaan-Nya karena penyakit Tyroid Lymphoma. Sebuah doa kan selalu ku panjatkan semoga engkau berada di surga-Nya. Amin

Sassie Kirana

 

Incoming search terms:

Emansipasi, pengertian emansipasi, pahlawan kartini, emansipasi kartini, kartini dan emansipasi, pahlawan emansipasi, Pahlawan R A Kartini, pahlawan ra kartini, pahlawan ibu kartini, riwayat pahlawan, emansipasi wanita ala kartini, PERJUANGAN PAHLAWAN KARTINI, kartini dengan emansipasinya, pengertian emansipasi wanita oleh r a kartini, gambar pahlawan r a kartini, perayaan kartini, r a kartini bukan emansipasi, tentang pahlawan emansipasi R A kartini, karakter tokoh ra kartini, emansipasi wanita sudah keluar jalur, pahlawan ibu kkartini, kegiatan perayaan kartini di playgroup tk, kartini dan emansipasinya, intisari kartini, kartini bukan tokoh emansipasi, karakteristik pahlawan ibu kartini, tokoh pahlawan ra kartini
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

20 Responses to “Kartini Sang Pahlawan Emansipasi”

  1. Pojok Pradna says:

    selamat Hari Kartini..

    dan selamat jalan buat Sassie… (ck, blm sempet kenalan padahal)
    .-= Pojok Pradna´s last blog ..Persimpangan =-.

    [Reply]

    dafhy Reply:

    @Pojok Pradna, sayangnya dia sudah tenang di alam sana mas, jadi tak sempat kenalan ya :-)

    [Reply]

  2. Andy MSE says:

    sedikit menambah catatan: kemajuan emansipasi tidak mesti berbanding lurus dengan komposisi perempuan di dunia politik…

    [Reply]

    dafhy Reply:

    @Andy MSE, (worship) la trus berbading terbalik atau gimana pak?

    [Reply]

  3. Semoga wanita-wanita itu bisa benar-benar memaknai arti emansipasi sesungguhnya.. ^^
    .-= Frenavit Putra´s last blog ..The Next REV A7X?? Maybe =-.

    [Reply]

    dafhy Reply:

    @Frenavit Putra, amin dan semoga tak ada kesalahan dalam memaknai emansipasi mas

    [Reply]

  4. Ega says:

    ojo nganti kalah karo cah lanang (lha aku ki lanang po uduk?)
    .-= Ega´s last blog ..Download Tombol ReadMore =-.

    [Reply]

    dafhy Reply:

    @Ega, la embuh. kowe lanang opo wedok (lmao)

    [Reply]

  5. lambang says:

    selamat hari kartini. . sassie ya! kmrn sudah pernah jumpa di BLOGnya juga, tapi setelah dia wafat. . Semoga amalnya di terima di sisi-Nya. .

    [Reply]

  6. riFFrizz says:

    Hmm…! Aku tahu yang dimaksud ? Si siapa itu yang meres meres dikota pacitan ? Waduh lupa aku namanya !

    [Reply]

  7. elamat hari kartini. . sassie ya! kmrn sudah pernah jumpa di BLOGnya juga, tapi setelah dia wafat. . Semoga amalnya di terima di sisi-Nya. .

    [Reply]

  8. ethie says:

    Welaahhh ngomongin jupehhh juga.. (haha) .-= ethie´s last blog ..Mengharap Listrik dari TPA Sumur Batu =-.

    [Reply]

  9. nDa says:

    ibuku, kartini. yang tak lepas berdoa-doa smoga rahimnya tak melahirkan api.
    .-= nDa´s last blog ..Omnibus =-.

    [Reply]

  10. chiekebvo says:

    kata mbah yahoo..
    3 kartini di dunia itu diibaratkan
    1. oprah..
    2. JK.Rowling
    3. saya lupa namax hehehe..

    [Reply]

  11. aldy says:

    Kartini hanyalah simbolis perjuangan.
    Harus kartini-kartini yang ada sekarang ini yang berbuat, kartini yang sekarang tidak boleh hanya membanggakan kartini yang sudah berlalu.

    [Reply]

  12. alief says:

    emansipasi bukan kebebasab sebebas bebasnya. kalau aku gak salah, kartini memperjuangkan pendidikan agar kaum hawa bisa memperoleh pendidikan, yang saat itu dilarang.tAPI seorang kartini tidak melupakan kodratnya sebagai wanita atau berusaha menggantikan kedudukan seorang pria
    .-= alief´s last blog ..WordPress Error =-.

    [Reply]

  13. puji hastuti says:

    q mengagumimu whai ibuQ, yang telah mmperjuangkan nsip mua wnita andonesia

    [Reply]

  14. venty says:

    hidup eksistensi wanita..!! hehe..
    semangat.. :)

    [Reply]

  15. This is often a excellent weblog. I have been back many times over the past week and want to subscribe to your rss implementing Google but can not figure out the best way to do it exactly. Do you know of any sort of instructions?

    [Reply]

  16. barnaleikir says:

    i like this one, im waiting for others im going to save this thanksss :)

    [Reply]

Leave a Reply

Designed by NSJ