AGC ini Membunuhku

Tak terasa kurang lebih 3 bulan sudah blog ini berhenti beraktifitas. Ya terhitung sejak saya fokus di penelitian dalam rangka skripsi, saya memberhentikan kegiatan tulis menulis di dalam blog ini. Penelitian yang menyita banyak waktu memaksa saya untuk vakum dari blog ini. Mumpung skripsi sudah selesai dan semangat sudah muncul kembali, maka saya sempatkan untuk mengupdate blog ini. Postingan perdana saya setelah vakum ini adalah pengalaman ketika mencari referensi untuk skripsi dari internet.

Bulan Maret-Juni ketika saya sedang melaksanakan penelitian, saya sering berhadapan dengan internet untuk mencari beberapa referensi yang tidak saya temukan di perpustakaan jurusan maupun perpustakaan pusat. Google adalah page pertama yang saya buka untuk mencari referensi-referensi tersebut. Setelah saya masukkan keyword yang berkaitan dengan apa yang saya cari, saya pun tercengang. Hal ini disebabkan karena pada halaman pertama dari urutan pertama sampai ke sepuluh yang keluar adalah situs atau blog yang menggunakan sistem Auto Generate Content (AGC). 

Bagi saya yang sudah sedikit paham dengan karakter link dari blog ber-AGC tentu tidak sulit membedakan mana yang postingan asli atau postingan abal-abal aka AGC. Namun bagi orang-orang yang belum famah, maka hal ini sungguh membuat pusing. Inginnya dengan medi internet akan dengan cepat menemukan artikel atau informasi yang dibutuhkan, eh gara-gara AGC waktu mereka habis hanya untuk berputar-putar di satu blog. Dalam kurun waktu satu bulan ini saja, adik saya dan beberapa teman yang mencari informasi melalui internetpun sangat kebingungan dan harus saya bantu untuk menemukan informasi yang mereka dapatkan.

Slogan internet adalah sebuah alat untuk menemukan informasi dengan cepat dan mudah sepertinya telah luntur dengan adanya perkembangan blog ber-AGC ini. Mulai dari situs pencari yang terbesar yaitu google sampai bing yang dulu katanya sangat suli ditembus AGC ini, sekarang telah terkontaminasi. Memang tidak salah bagi para blogger yang mencoba mencari keuntungan dengan cara seperti ini. Namun, alangkah lebih baiknya mencari trafik blog ya wajar-wajar saja. Dan kalau bagi para blogger yang sudah kecanduan dengan AGC ini, alangkah lebih baiknya untuk menunjukkan link asli dari sumber yang asli sehingga pengunjung tidak kehabisan waktu hanya untuk berputar-putar di blog anda dan tidak menemukan apa-apa.

Dan bagi anda yang belum paham karakter dari link sebuah blog AGC, berikut saya sebutkan ciri-ciri link blog ber-AGC

1. link blog tersebut bertandakan +. normalnya adalah -
contoh: http://dafhy.net/2011/04/dilema-ujian-nasional/ (yang bukan AGC)
        http://dafhy.net/2011/04/dilema+ujian+nasional/ (yang AGC)
2. link blog tersebut bertandakan _. normalnya adalah -
contoh: http://dafhy.net/2011/04/dilema-ujian-nasional/ (yang bukan AGC)
        http://dafhy.net/2011/04/dilema_ujian_nasional/ (yang AGC)
3. pada link blog setelah nama domain, ada kata search, post atau yang lainnya.
contoh: http://dafhy.net/2011/04/dilema-ujian-nasional/ (yang bukan AGC)
        http://dafhy.net/search/dilema-ujian-nasional/  (yang AGC)

Semoga bermanfaat (worship)

Incoming search terms:

contoh blog agc, contoh situs agc, buat semi agc di blogspot, penggunaan domain net, full agc, coontoh web agc, contoh web blog wordpress yang pakai thesis themes, contoh web agc, contoh site agc, contoh blogspot ber link, cara membuat wordpress semi agc, semi agc pada wordpress
You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Responses to “AGC ini Membunuhku”

  1. ~MHC~ says:

    AGC = Auto Generated Content emang ngeselin banget…. Semoga ke depannya google bisa memilih dan memilah mana yang bener2 artikel mana yang hanya AGC….

    Nice share dech… :)

    [Reply]

  2. Riffrizz says:

    saya nggak pernah mainan AGC lho mas, saya hanya mainan semi AGC #ups aka search page :D

    [Reply]

  3. arisnb says:

    wah makasih banget mas infonya

    [Reply]

  4. giriayoga says:

    dulu saya sering terjebak AGC mas,tapi sekarang udah nggak lagi…hehe…udah mudheng soale

    [Reply]

  5. kikils says:

    baru tau nih perbedaannya ada di tanda – dan +

    [Reply]

  6. AGC emang bikin kesel, waktu saya nyari KTI juga tentang K3. Bener-bener ddeh.
    Mang ada yach Semi AGC atau Full AGC..?

    [Reply]

Leave a Reply

Designed by NSJ