Sejuknya Tetesan Pertama

Semilir angin sore ini berhembus dengan penuh irama dan membawa sebuah kesegaran, tak seperti biasanya datang dengan garangnya. Angin sore ini membawa aroma yang sangat khas menusuk hidung. Ya, sore ini gerimis, gerismis pertama, membawa kesegaran pada jiwa dan alam yang telah lama menantinya di tanah kelahiran tercinta ini.

Berapa bulan terakhir ini yang terasa hanyalah panas,debu dan gersang. Musim kemarau kali ini betul-betul menyiksa dan memporak porandakan banyak hal, terutama bagi daerah kami yang mayoritas penduduknya adalah petani. Sawah kami adalah sawah tadah udan yang hanya bisa ditanami ketika musim penghujan itu tiba.  Walaupun disadari atau tidak hal ini bukanlah kesalahan alam. Tangan jahil dari kita sendiri menambah kekacauan yang akhirnya berakhir dengan umpatan.

Terlintas bayangan di daerah pinggir sana, di sudut-sudut daerah banyak orang mengantri dan berebut, hanya untuk mendapatkan air. Ya, musim kemarau air adalah barang yang sangat langka. Air comberan mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari bukanlah hal yang menakjubkan lagi, karena air bersih susah didapat. Sawah kering kerontang, tiada setetes air yang mengairi. Sepanjang mata memandang, gersang dan tandus. Padi jagung juga seluruh palawija tidak kuasa bertahan disana. Ya, disana, dinegara agraria Indonesia. Potret sebuah daerah terpencil, hal ini ada dan bisa dibuktikan didepan mata.

Dan sore ini, tetes demi tetes air turun menyirami bumi yang gersang ini. Memberi aroma dengan kesegarannya yag khas.. Dingin menyeruak,namun tiada galau terasa. Yang ada hanya suka dan cita yang tercipta. Tetes demi tetes air hujan ini memberikan harapan bagi semua umat manusia. Ya, semoga kekeringan ini berhenti disini. semoga air ini tidak membanjiri, namun memberikan dan membuat hidup lebih berarti.

Sujud syukurku ke hadirat-Mu ya Rabbi atas hujan yang menyejukkan ini. Tiada hari yang terlepas dari doa-doa kami

“Allahu ya karim anzil ‘alaina ma’am minassamaai matharamon midroro”

Incoming search terms:

allahu ya karim anzil alaina, sejuknya, anzil alaina
You can leave a response, or trackback from your own site.

25 Responses to “Sejuknya Tetesan Pertama”

  1. phiy says:

    Alhamdulillah, hujan yang dinanti datang. Seneng dengernya. Kerasa bagaimana gembiranya diberikan sesuatu yang sudah lama kita rindukan. Sekali lagi, alhamdulillah ^^

    [Reply]

    admin Reply:

    @phiy, Alhamdulilah phiy, sesuatu banget pokoknya #tersyahrono (rofl) semoga besok sudah bisa ke sawah untuk mengolahnya. Amin

    [Reply]

  2. dHaNy says:

    saya juga malah udah 2x kehujanan mas (tepatnya nekat hujan2). maklum urusan kerja.he..
    Selamat menikmati sejuknya hujan pertama mas Dafhy. Semoga menjadi awal musim. Sudah gak tahan tiap hari panasnya minta ampun…

    [Reply]

    admin Reply:

    @dHaNy, sekarang kerja dimana mas? iya wonogiri timur tepatnya purwantoro baru perdana hujane kemaren sore :-)

    [Reply]

    dHaNy Reply:

    @admin, Maaf baru bales.. saya sekarang kerja di Jatisrono mas Dafhy..
    Aktivitas sibuk apa sekarang?

    [Reply]

    admin Reply:

    @dHaNy, bisa kirim no hp sampean mas? kapan-kapan kopdar yuk.satu kota tidak pernah ketemu (worship) nomor hp saya ada di contact. terima kasih mas

  3. budiono says:

    kene yo udan dueres kang mambengi..

    [Reply]

    admin Reply:

    @budiono, podo berarti om. alhamdulillah pagi ini bisa ke sawh untuk menanam jagung (banana_rock)

    [Reply]

  4. di pulau jawa air sangat langka, di kalimantan, hujan bahkan bisa turun setiap hari. sungguh kuasaNya.

    [Reply]

    admin Reply:

    @Hanif Mahaldi, dan setiap daerah punya kelebihan dan keunikan masing-nasing mas. Pasti ada maksud di balik semua keuinikan ini (worship)

    [Reply]

  5. Riffrizz says:

    malang udah dari beberapa minggu lalu

    [Reply]

    admin Reply:

    @Riffrizz, Alhamdulillah kalau begitu mas. Malang kan dataran tinggi :-)

    [Reply]

  6. Reza Saputra says:

    masih 2 kali mas sini, tapi alhamdulilah yah :D

    [Reply]

    admin Reply:

    @Reza Saputra, alhamdulillah semoga kemarau selesai (worship)

    [Reply]

  7. alhmadulillah, kendal pun sudah mulai sejuk, mas dafhy. hujan sudah mulai membasahi bumi yang sudah lama kurindukan utk mencium bau tanah basah utk pertama kalinya.

    [Reply]

    admin Reply:

    @sawali tuhusetya, alhamdulillah pak sawali. semoga hujan akan terus mengguyur bumi yang sudah gersang ini. Amin :-)

    [Reply]

  8. akhirnya hujan juga.. hehe :-)

    [Reply]

    admin Reply:

    @gusmedia, iya mas.alhamdulillah

    [Reply]

  9. manusiahero says:

    anugerahhhh Allah Tak akan ada habisnya :)

    [Reply]

    admin Reply:

    @manusiahero, iya mas. alhamdulillah kita masih diberi anugrag ini (worship)

    [Reply]

  10. itulah kebesaran TUHAN yg telah menciptakan mata semut, support & salam kenal gan :D
    jng lupa baca 3 Hari Dalam Hidup

    [Reply]

    admin Reply:

    @showgan.blogspot.com, salam kenal kembali mas.siap mampir (worship)

    [Reply]

  11. Pardicukup says:

    hujan telah tiba hujan telah tiba hore hore hore….

    [Reply]

    admin Reply:

    @Pardicukup, genteng sudah dibenerin mas? :D selamat ya mas sebentar lagi akan menikah (worship)

    [Reply]

  12. ucapkan alhamdulilahh,subhanalloh

    [Reply]

Leave a Reply

Designed by NSJ