Menjadi Pendidik Adalah Pilihan

“Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah”

Masih teringat jelas kalimat di atas diucapkan oleh guru SMP saya. Beliau menjelaskan bahwa dalam hidup, seberapapun ilmu yang kita punya sebisa mungkin untuk dibagikan kepada orang lain. “Ajarkan walau hanya satu kata”. Kalimat-kalimat di atas sampai sekarang membekas di hati saya dan dengan kalimat itulah saya memilih jalan untuk menjadi seorang pendidik/ pengajar/ guru.

Di masa kecil pasti kita punya cita-cita. Cita-cita saya dahulu adalah ingin menjadi arsitek, menginjak dewasa karena saya kurang begitu bakat menggambar maka saya ganti cita-cita itu menjadi seorang ahli komputer. Cita-cita terakhir hampir saja terlaksana ketika saya diterima di sebuah kampus Negeri di kota Malang dengan jurusan Teknik Informatika melalui jalur PMDK.

Tak ada satupun keinginan saya untuk menjadi guru. Di samping banyak kelemahan yang saya pikir akan menghambat saya ketika mengajar di depan kelas, sampai kemampuan saya menghadapi anak yang sangat kurang. Saya sering emosi ketika menghadapi tingkah laku anak-anak.

Namun semua itu berubah ketika saya harus melepaskan tiket masuk kampus tanpa test dan memilih sebuah kampus di kota kecil Ponorogo. Hal ini terjadi karena 3 minggu setelah saya mengantongi tiket masuk kuliah tanpa test itu ayah saya dipanggil oleh Sang Pencipta. Sebagai anak terakhir dan seluruh kakak saya sudah berkeluarga dan ibu tetap ingin tinggal di rumah peninggalan ayah, maka saya mengalah untuk kuliah di kampus yang paling dekat dengan rumah. Kampus yang saya pilih ini terkenal dengan jurusan pendidikannya. Hatipun bimbang dan akhirnya saya pilih Pendidikan Guru Bahasa Inggris.

Dari situlah, saya mencoba untuk menerima bahwa saya memang ditakdirkan sebagai seorang guru (sebuah pekerjaan yang tidak pernah ada di benak saya sebelumnya). Berkutat dengan berbagai mata kuliah pendalaman Bahasa Inggris di dunia pendidikan, teknik mengajar hingga psikologi anak membuat saya lebih mengerti begitu beratnya menjadi seorang guru. Beban berat ada di pundak mereka untuk memajukan pendidikan dan generasi muda negeri ini.

Awal semester 5, saya dipanggil oleh kepala Sekolah Dasar berbasis Agama yang mana saya adalah alumni di sana. Tanpa ada surat lamaran, saya dipanggil untuk mengajar pelajaran Bahasa Inggris. Senang sekaligus bingung. Senang karena saya bisa bekerja sambil kuliah sehingga saya tidak akan meminta uang kepada ibu lagi, bingungnya karena ilmu pendidik saya masih sangat minim. Dengan kemantapan hati akhirnya saya menerima pekerjaan itu.

Di sinilah karir saya sebagai guru dimulai. Mengajar anak usia SD memang sangatlah sulit apalagi ini adalah pengalaman saya ketika mengajar sungguhan. Perlu 6 bulan saya bisa menguasai kelas dan pelajaran bisa kondusif, perlu 3 tahun akhirnya saya bisa menemukan metode yang pas untk mengajarkan Bahasa Inggris untuk usia mereka (sekolah ini terletak di pelosok desa jadi bahasa Inggris adalah pelajaran yang sangat sulit bagi anak-anak).

Banyak orang bertanya kenapa saya mengambil profesi ini padahal gajinya sangat kecil dan sangat sulit untuk penjadi PNS. Tujuan saya memang bukan untuk itu semua, diterima ya Alhamdulillah, tidak diterimapun saya tidak akan kecewa. Motivasi terbesar saya untuk menjadi guru adalah kalimat di awal postingan ini, selain itu saya ingin memajukan generasi bangsa khususnya di daerah saya di pelosok tenggara provinsi Jawa Tengah. Kepolosan, keceriaan dan kebahagiaan mereka ketika saya memberika lagu-lagu berbahasa Inggris dan ketika mereka mulai bisa bercakap-cakap dengan bahasa Internasional ini, membuat saya selalu bahagai dan selalu ingin datang ke sekolah untuk bertemu anak didik saya.

Dan dengan postingan ini saya menyatakan BANGGA MENJADI SEORANG GURU (worship)

Nb: Postingan  ini saya tulis untuk menjawab pertanyaan beberapa kawan yang mempertanyakan kenapa saya mau menjadi guru di pelosok desa

Incoming search terms:

  • motivasi menjadi dosen
  • mengapa ingin menjadi guru
  • cita-cita seorang guru
  • alasan menjadi guru
  • motivasi menjadi guru
  • cita-cita menjadi guru
  • pendidik adalah
  • cita cita menjadi guru
  • motivasi menjadi guru bahasa inggris
  • motivasi menjadi seorang guru

Comment(s) for “Menjadi Pendidik Adalah Pilihan”

  1. wahyoe

    Salam sukses selalu kang…Lanjutkan perjuanganmu :)

  2. subhanallah.. sungguh mulia cita-citamu kang.. semoga berkah.. aamiin..

  3. Benar sekali sob, sebuah profesi adalah panggilan.. Saya sendiri memang dari sma belum ada minat untuk menjadi guru meskipun orang tua menginginkan anaknya mengikuti mereka menjadi guru… Jadi waktu masuk kuliah saya tidak mau ambil jurusan pendidikan. Tapi selepas D3, orang tua tetep kekeh meminta saya lanjut ke S1 pendidikan, alhasil saya pernah nyemplung ngajar di SMK. Tapi setelah saya lulus saya jadi melenceng jauh ke berbagai profesi, dan akhirnya sekarang fokus ke engineer.. Yang pasti saya tetap bertanggung jawab terhadap profesi yg saya pilih, dan membahagiakan mereka..

  4. Selamat mengajar bung :D saya masih anak ingusan, semester 3 jurusan pendidikan.

    • dafhy

      @Riffrizz, belajar yang giat ya kakak. ciptakan media pendidikan yang akan berguna bagi dunia pendidikan kelak (worship)

  5. lanjutkan mas bro :D

  6. selamat mengabdi pak.
    semoga dapat memperbaiki kualistas pendidikan d Indonesia.
    salam.

  7. luar biasa, sebuah pegabdian dengan ketulusan. sukses selalu kakak :)

  8. Hebat tenan, bahasa inggrisku malah ngadat-ngadat mas. Bisa blajar sama sampeyan nih mas Dafhy ;)

  9. Terharu baca tulisanmu dafh, semoga selalu menjadi pendidik yang menginspirasi..
    Dulu saya tidak kepikiran untuk jadi pendidik, rasanya bukan itu jalan saya, tapi makin kesini makin pengen berbagi ilmu, pengen ngajar anak-anak kecil..

    • dafhy

      @ririsnovie, Ada masalah, masuk kelas, masalah itu sedikit atau malah terlupakan ris. lihat keceriaan dan kepolosan mereka itu obat galau paling kuat untukku :-)

  10. mantap kang, menjadi pendidik itu pilihan, berbagi itu kewajiban.. terus ilmu berbagi ya :) , karna ilmu itu ada ya untuk dibagi :)

  11. bukannya gaji guru sekarang gede ya? *salah fokus*

    saya juga bercita-cita menjadi pengajar, tapi saya memilih jalur dosen ketimbang guru karena berbagai alasan, salah satunya supaya bisa sekalian jadi peneliti :)

    salam kenal, Mas Dafhy :)

    • dafhy

      @rime, Saya saat ini juga ingin menjadi dosen juga bu, tapi kualifikasi pendidikan saya beluim mumpuni. baru 5 bulan menyandang S1 :D

  12. selamat datang di dunia guru pak dafhy ! hehehe….

  13. hidup guruuu………… :D

  14. Salam hormat, Mas. Saya selalu menaruh rasa hormat pada setiap guru, tanpa guru saya ga tahu nasib anak-anak Indonesia..

  15. Sungguh luar biasa mas …
    Memang di negara kita ini, memilih profesi guru seringkali karena panggilan hati … Sekarang nasib guru sudah membaik, semoga kedepannya lebih baik lagi karena ini profesi yang sangat-sangat vital untuk kemajuan suatu negara …
    Salam

    • dafhy

      @Wong Cilik, semoga mas. karena menurut saya lini terpenting dari sebuah negara adalah pendidikan. jika pendidikan makin baik, maka masyarakatakan semakin baik pula kehidupannya begitu juga pemimpinnya yang tidak akan korupsi lagi

  16. afis

    subhanallah, sy juga ingin menjadi seorg pengajar mas, walau sy lulusan teknik elektro, bisa membuat org jadi lebih brpngetahuan itu mrupakan kpuasan tersendiri :)

Leave a Reply