Sepucuk Surat dari Ibu dan Ayah

Ibu-dan-AkuHari ini adalah hari ibu, Sebuah hari yang mana dirayakan untuk menghormati betapa besarnya pengorbanan seorang ibu untuk anak-anaknya yang mana dia adalah generasi penerus bangsa. Terlalu picik jika kita harus menunggu hari ini jika ingin meminta maaf kepada ibu atas segala dosa dan juga mengungkapkan kasih dan sayangnya. Kasih ibu sepanjang masa, jadi mari kita curahkan kasih kita kepada ibu juga sepanjang masa.

Berikut ini saya tuliskan ulang sebuah surat yang sangat menggugah untuk selalu menyeyangi beliau sepanjang masa. Sepucuk Surat dari Ibu dan Ayah ini saya rewrite dari sebuah video dari teman saya yang berjudul Ibu dan Ayah. Semoga setelah membaca postingan ini, kita tidak akan pernah membantah apa kata beliau, tidak akan menggertak beliau ketika anda dimarahi.

Anakku, ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku. Suatu ketika aku memecahkan piring, atau di atas meja, karena penglihatanku berkurang aku harap kamu tidak memarahiku.

Orang tua itu sensitif. Selalu merasa bersalah saat kamu berteriak. Ketika pendengaranku semakin memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakana, aku harap kamu tidak memanggilku “Tuli!”. Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya.

Maaf anakku, aku semakin tua. Ketika lututku mulai lemah, aku harap kamu memiliki kesabarab untuk membantuku bangun, seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan.

Aku mohon jangan bosan denganku ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakana, seperti kaset rusak, aku harap kamu terus mendengarkan aku. Tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku.

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon? Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Maafkan juga bauku. Tercium seperti orang yang sudah tua. Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi. Tubuhku lemah. Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin. Aku harap, aku tidak terlihat kotor bagimu. Apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil? Aku selalu mengejar-ngejar kamu karena kamu tidak ingin mandi. Aku harap kamu bisa bersabar denganku, ketika aku selalu rewel. Ini semua bagian dari menjadi tua, kamu akan mengerti ketika kamu tua.

Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara bahkan untuk beberapa menit. Aku selalu sendiri sepanjang waktu dan tidak memiliki seseorangpun untuk diajak bicara. Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan. Bahkan jika kamu tidak tertarik pada ceritaku, aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu. Apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil? Aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu.

Ketika saatnya tiba dan aku hanya bisa berbaring, sakit dan sakit. Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku. Maaf kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan. Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku selama beberapa saat terakhir dalam hidupku. Aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama.

Ketika waktu kematianku datang, aku harap kamu memegang tanganku dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian. Dan jangan khawatir ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta, aku akan berbisik pada-Nya untuk selalu memberikan berkah padamu karena kamu mencintai ibu dan ayahmu.

Terima kasih atas segala perhatianmu nak. Kami mencintaimu dengan kasih yang berlimpah Ibu dan Ayah.

Kasih ibu sepanjang masa, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia.

Foto : Facebook.com

Incoming search terms:

  • surat untuk ibu
  • kasih sayang ibu
  • surat kasih ibu sepanjang masa
  • ayah di masa tua
  • gambar kasih sayang ibu dan ayah
  • kasih sayang ayah kepada putrinya
  • kasih seorang ibu
  • kata kata kasih sayang ibu sepanjang masa
  • tab sepucuk surat untuk ayah dan ibu

Related Posts

Leave a Reply