Review: 12 Menit untuk Selamanya

Ceritanya sudah lumayan lama sih aku menyempatkan diri nonton film di bioskop *bukan nonton di laptop hasil download di torrent (lmao) Tepatnya hari Kamis, 6 Februari jam 12.00 aku nonton film yang super duper keren menurutku. Aku bilang keren karena aku mau menyempatkan diri menontonnya langsung di bioskop. Padahal dalam sejarah kehidupanku baru 3 kali nonton film di bioskop itupun ditraktir teman. Dan di film “12 Menit untuk Selamanya” ini aku bela-belain nonton walaupun harus sendirian tanpa ada teman yang ikut. Alasan kenapa aku nekat, karena aku sudah mengidolakan marching band ini sejak lama.review 12 menit untuk selamanya

Film ini diangkat dari cerita nyata perjuangan seorang pelatih untuk memajukan Marching Band dari daerah Bontang Kalimantan Timur. Belum tahu apa itu Marching Band? Makannya tonton film ini, walaupun gak tahu masih diputar di bioskop atau tidak. Di dalamnya kita akan diajak untuk menyelami bagaimana seluk beluk dunia marching band baik mulai dari perekrutan anggota sampai ke pelatihan yang menghasilkan suara musik nan merdu dan gerakan yang sangat kompak.

Dikisahkan Rene sebagai seorang pelatih yang memiliki sikap tegas dan keras kepala, dihadapkan dengan 130 anak anggota Marching Band yang memiliki karakter berbeda-beda. Tokoh utama dalam film ini adalah Rene sang pelatih dan 3 orang anggota marching band yaitu Eliena, Lahan dan Tara. Film yang berdurasi selama 108 menit ini mengisahkan bagaimana gembelengan Rene kepada seluruh anggota marching agar kompak dan bisa tampil di kejuaraan marching band nasional GBMP yang dilaksanakan di Jakarta. Nah, ketiga tokoh utama ini yaitu Lahang, Eliena dan Tara memiliki masalah beragam sehingga membuat mereka tidak bisa berkonsentrasi penuh dengan latihan marching band.

Lahang, Eliena dan Tara harus memilih untuk terus berjuang bersama 130 anggota Marching Band Bontang PKT (MBBPKT) atau mundur karena masalah mereka. Latihan beribu-ribu jam itu dilakukan demi tampil selama 12 menit di depan juri. Kisah selebihnya bisa langsung dilihat di dalam filmnya ya. Untuk kali ini aku mau fokus membahas mengenai latar belakang film itu. Jadi judul di atas bisa saja menipu ya (ninja)

12 Menit untuk Selamanya ini seperti aku jelaskan di atas diambil dari kisah nyata. Rene yang diperankan oleh Titi Radjo Bintang dalam kisah nyata diambil dari pelatih Marching Band Bontang PKT Rene Conway, pria asal Amerika yang menghabiskan waktunya di Bontang bersama marching band ini. Film ini menceritakan perjuangan Rene mengangkat nama marching band Bontang ke tingkat nasional. Mimpi Rene sepertinya mustahil karena sudah menjadi sebuah mitos bahwa pemenang GBMP adalah marching band dari tanah Jawa. Keteguhan Rene mematahkan segalanya dan membuktikan bahwa daerah kecil di luar pulau Jawa juga bisa meraih kesuksesan.Kegigihan Rene terbukti dengan diraihnya gelar 10 kali juara GBMP oleh MBBPKT, dan menjadi satu-satunya marching band di Indonesia yang meraihnya sebanyak itu.

Ada yang belum tahu kiprah Marching Band Bontang PKT? Mereka sudah 3 kali tampil di upacara HUT Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara. Tahun 2013 lalu mereka tampil untuk ketiga kalinya. HUT Trans TV 2013 lalu juga mengundang mereka untuk tampil di acara pembukaan. Sudah ingat dengan mereka? Nah, nama Marching Band Bontang PKT bagi yang bergelut di dunia marching band pasti sudah tidak asing lagi. Dulu selama aku masih berada di marching band sekolah, video mereka selalu menjadi contoh. Kualitas penampilan mereka memang sudah tidak diragukan lagi.

Film ini cocok bagi kalian yang ingin mendapatkan sebuah motivasi dan juga bagi yang ingin bernostalgia dengan dunia marching band. Selain sarat akan makna sebuah perjuangan putra daerah yang ingin memajukan kota asalnya, serta pelatih luar negeri yang akhirnya cinta dengan Indonesia, ada satu hal yang paling mengahukan dari film ini. Rene Conway pria yang sangat berjasa membawa MB Bontang PKT menjadi marching terhebat di Indonesia, meninggal beberap hari setelah film ini dirilis. Bisa dibilang 12 menit film ini untuk 21 tahun pengabdiannya untuk kota Bontang dan dunia marching band Indonesia. Aku sebagai orang yang mengidolakannya dan pernah terbersit untuk bisa dilatih olehnya sangat sedih mendengar kabar itu. Tapi itulah hidup, ada yang lahir dan ada yang meninggal.

Film ini layak ditonton karena memberikan semangat dan pemainnya merupakan anggota Marching Band Bontang PKT sendiri. Jadi bisa dibilang ini tontonan pertunjukan marching band yang difilmkan. Bahkan untuk tampil di film ini mereka benar-benar latihan. Dan adegan terakhir itu memang benar ditampilkan pada gelaran GBMP 2012 lalu. Jika penasaran dengan mereka bisa dilihat dari fanspage, twitter atau akun youtube mereka. Berikut ini ada beberapa foto yang aku ambil dari panspage mereka.

Lahang (2 dari kanan)
Lahang (2 dari kanan)
Tara (tengah)
Tara (tengah)
Penampilan di akhir film dan dilakukan di GBMP 2012
Penampilan di akhir film dan dilakukan di GBMP 2012

review 12 menit untuk selamanya 2review 12 menit untuk selamanya 3

 

 

Incoming search terms:

  • review film 12 menit untuk selamanya
  • ulasan film 12 menit untuk selamanya
  • review 12 menit untuk selamanya
  • nonton film 12 menit untuk selamanya full movie film saya
  • download film 12 menit untuk selamanya
  • kelebihan dan kekurangan 12 menit untuk selamanya
  • dowload vidio kisah 12 menit untuk selamaya
  • review text 12 menit untuk selamanya
  • struktur teks ulasan film 12 menit untuk selamanya
  • tentang film 12 menit selamanya

Leave a Reply