Fenomena Fast Reading

Fenomena fast reading sebenarnya bukan suatu hal yang baru lagi di dunia blogosphere. Sejak blog booming di tahun 2007 ke atas, banyak sekali blogger yang langsung mengomentari tulisan tanpa membaca dengan lengkap isi tulisannya. Cara itu dulu dilakukan karena hanya mengejar jumlah blog walking saja. Kalau meninggalkan jejak di beberapa blog, kan nantinya pemilik blog itu akan berkunjung balik ke mereka yang meninggalkan jejak. Nah, sayangnya metode fast reading atau membaca cepat tanpa memamahinya dengan tuntas sering membuat pembaca salah persepsi. Akibatnya komentar yang diberikan sering kali jauh dari topik yang ada di dalam tulisan.

Bebeberapa tahun ke depannya di mana dunia blogosphere mengalami kemunduran, ternyata fenomena fast reading masih saja ada. Setelah saya memutuskan kembali untuk aktif negblog, saya mencoba membangun komunikasi dengan blogger yang sudah saya kenal dan masih aktif ngeblog dan juga ke mereka blogger-blogger yang baru saya kenal. Sebagai seorang blogger cara berkenalannya pastinya saling berkunjung ke blog lainnya. Nah, karena saya baru masuk dunia blogosphere kembali, saya mencoba untuk berkunjung ke beberapa blog. Dengan perlahan saya baca satu persatu postingan terbaru mereka. Setelah itu tentunya saya meninggalkan jejak sebagai pertanda bahwa saya sudah mengunjungi blog mereka. Fenomena Fast Reading

Jika niatan awal ngeblog dulu aktivitas blog walking untuk mencari visitor blog, sekarang  saya murni mengomentari tulisan mereka. Saya mencoba untuk membaca dengan lengkap agar saya tidak memahami tulisan hanya sepotong saja dan tidak lengkap. Selain agar tidak menimbulkan persepsi yang salah, membaca dengan lengkap saya bisa mendapatkan ilmu dari postingan itu. Postingan yang terkesan amburadul pasti ada pelajar kecil di sana. Jadi dengan membaca blog secara rinci tanpa metode fast reading bisa menghasilkan suatu hal positif yaitu bertambahnya ilmu yang didapatkan di sana.

Selain membaca postingannya, saya sering iseng membaca komentar yang ada di postingan itu. Kadang sayang tertawa dan kadang sayang serius membaca komentar para pengunjung blog kawan-kawan saya. Tak dinanya dan diduga, ternyata sesekali saya masih menemukan komentar yang tidak nyambung dengan apa yang dibahas di postingan itu. Lebih parahnya lagi kalau postingannya sedikit menimbulkan perdebatan kalau tidak dipahami secara menyeluruh, komentar mereka sering tidak nyambung dan memperkeruh keadaan. Ada yang dengan tegas menghujat lalu menyalahkan penulis dan lain sebagainya. Padahal tema yang diangkat berlawanan dengan apa yang mereka sebutkan.

Fenomena fast reading sepertinya bukan menjadi masalah besar ya. Apalagi kalau pemilik blog cuek, mau ada komentar rasispun tak ada dibuat pusing pastinya bukan menjadi masalah yang perlu dibesarkan. Tapi kalau dikaitkan dengan kredibilitas seorang blogger, fenomenas fast reading menjadi sebuah tema yang patut diangkat. Bagaimana mau jadi penulis handal kalau belum bisa menjadi pembaca yang baik. Dari postingan seseorang, saya bisa mendapatkan ilmu bagaimana menulis yang baik, rapi dan runtut. Nah, kalau membacanya saja hanya sekilas, bagaimana bisa mendapatkan ilmu bermanfaat itu?

Secara pribadi saya bukan menentang blogger yang suka membaca postingan kawannya dengan metode fast reading. Postingan ini hanya menjadi pengingat saya agar tidak melakukannya. Sebagai seorang yang bercita-cita menjadi penulis handal, rasanya aneh kalau saya tidak mengawalinya dengan menjadi pembaca yang baik (worship)

Related Posts

Comment(s) for “Fenomena Fast Reading”

  1. Makanya saya usahakan kalau blogwalking itu di waktu yang luang, seperti pagi buta kayak gini. Kalau di saat-saat sibuk sambil blogwalking biasanya suka fast reading. Kalaupun fast reading ya jangan ndableg cuma baca judul langsung komentar. Saya sering dapet komentar di blogpost yang bisa terdeteksi kalau dia fast reading, biasanya langsung saya spam sih. Hehehe

    • admin

      Iya mas, paling enak blogwalking itu memang pas longgar jadi bisa baca sepuasnya (worship)

  2. fast reading tapi ga meninggalkan jejak gpp sih wkwk
    dan jangan cuma komentar “artikel yang menarik”
    ntar dikira spam kayak obat-obatan herbal kae
    hehehe

    • admin

      Nek komentare ngono kui langsung tak lebokne spam mas (rofl)

  3. Vilken bra saga du har skrivit Ella. Jag udarnr hur man ska he5lla i Benjamin ne4r man dansar med honom. Kanske man fastnar med fingrarna i hans revben .KramTina

Leave a Reply