Jalan-jalan Asyik ke Tulungagung

Week end kemarin tepatnya tanggal 22 Maret, aku berkesempatan nih jalan-jalan ke salah satu daerah di Jawa Timur. Tepatnya jalan-jalan ini di Kabupaten Tulungagung. Ini kali pertama lho aku menginjakkan kaki ke kota ini. Jadi aku harus mengajak salah satu temanku sejak SD untuk menjadi guide perjalanan panjang ini.

Nah jalan-jalan kali ini berbeda dari jalan-jalan biasanya. Ada misi khusus dan rahasia yang aku emban hingga rela datang ke kota ini untuk pertama kalinya. Misi khusus ini aku dapatkan dari kawan-kawan Ilmu Berbagi Foundation untuk menyerahkan Beastudi ke tiga siswa berprestasi di MTs Sunan Kalijogo, Kalidawir, Tulungagung.

Karena sadar perjalanan memerlukan waktu yang tidak sebentar, aku berangkat dari rumah di Wonogiri, Jawa Tengah jam 05.30 WIB. Perjalanan kali ini aku lakukan dengan menggunakan motor melalui rute Wonogiri-Ponorogo-Trenggalek-Tulungagung-Kalidawir. Bagi yang sudah paham rute perjalanan ini pastinya sudah paham dong bagaimana asyiknya perjalannya? Yup, selama perjalanan pemandangan di sekitarnya membuat kelelahan bisa sedikit terobati. Hutan dengan pohon yang hijau membuat udara dingin menerpa badan. Ya meskipun jalannya ada beberapa titik yang rusak parah, itu tidak membuat perjalanan terasa menyenangkan.

Jalan berkelok yang dilalui
Jalan berkelok yang dilalui

Beruntungnya meskipun baru pertama kali pergi ke sini, kita tidak nyasar sedikitpun. Mungkin ada amanat untuk kebaikan jadi Tuhan membantu memudahkan perjalanan ini. Ternyata sekolah yang dituju berada di kawasan paling selatan kota Tulungagung lho. Letaknya ada di atas kawasan perbukitan. Jadi sejauh mata memandang hanya ada pohon hijau serta bukit yang sangat indah.

Setelah 4 jam perjalanan, akhirnya sampai juga di MTs Sunan Kalijogo, Kalidawir, tempat di mana aku harus menyerahkan amanah. Nah, sesampainya di sekolah ini aku mendapatkan kejutan dengan sambutan sekolah yang luar biasa. Biasanya teman-teman lain saat menyerahkan hanya bertemu siswa penerima Beastudi, guru BK dan bagian Tata Usaha (TU). Kali ini yang menyambutku ada Bapak Kepala Sekolah, Jajaran Guru, petugas TU, Wali Murid, siswa penerima Beastudi dan juga bapak Kepala Desa. Banyaknya orang yang datang ternyata untuk mendengarkan secara langsung apa itu bantuan Beastudi. Dengan pengetahuan yang aku miliki, aku jelaskan apa yang mereka inginkan.

Tiga siswa Beastudi, Penyerahan Beastudi dan foto bersama

Setelah proses penyerahan Beastudi untuk tiga adik berprestasi ini selesai, aku langsung minta ijin untuk meneruskan perjalanan. Kepala Sekolah menyarankan untuk mengambil jalur lain yang lebih dekat. Ternyata jalan pintas itu memang benar lebih dekat. Jadi perjalanan pulang bisa ditempuh lumayan cepat. Meskipun cukup lelah, tapi jalan-jalan kali ini sulit dilupakan pokoknya (worship)

Oya mau tahu apa itu Ilmu Berbagi dan bagaimana mendapatkan Beastudi? Langsung saja kunjungi website Ilmu Berbagi di sini dan proses pengajuan Beastudi bisa dilihat di website BPI Perpika, siapa tahu ada adik-adik yang membutuhkan.

Incoming search terms:

  • watu ijo tulungagung
  • kawah watu ijo

Related Posts

Leave a Reply