Gowes ke Bulukerto

Minggu selalu menjadi hari yang paling aku tunggu. Apalagi kalau bukan aktivitas gowes bersama kawan-kawan. Nah, untuk edisi Minggu, 13 April ini ternyata tidak ada agenda gowes bareng. Beberapa teman di group WA gowes sendiri-sendiri bersama rombongan kecil. Aku sebenarnya mau ikut tapi jaraknya cukup jauh dari rumahku, sekitar 33 km jadi aku mengurungkan niat untuk gowes bareng beberapa teman. Tapi tidak ikut gowes bareng mereka terus aku libur ya.

Aku gowes sendiri ke salah satu lokasi yang belum aku datangi. Rute gowes mingguan biasanya aku ke arah timur dan selatan. Kali ini aku mencoba gowes ke arah utara dengan rute Kismantoro-Purwantoro-Bulukerto. Rute ini aku pilih karena lintasannya yang lumayan menantang. Cocok dicoba bagi yang ingin melatih ketahanan fisik ketika berada di area pegunungan. Ya, kawasan kecamatan Bulukerto memang berada di daerah pegunungan yang penuh dengan tanjakan dan turunan. Jarang banget jalanan yang landai, jadi cocok digunakan untuk melatih ketahanan fisik.

Perjalanan aku mulai pada pukul 05.30 pagi yang didahului dengan pemanasan. Olahraga seringan apapun harus ada pemanasan ya biar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Lintasan sepanjang 2 km pertama bisa dikatakan sebagai pemanasan karena jalurnya lumayan landai. Masuk ke km ketiga, track mulai menanjak dan terus menanjak. Hanya ada beberapa track landai yang bisa digunakan untuk recovery tenaga.

Istirahat sambil melihat pemandangan gunung Lawu. Sayang mendungnya terlalu tebal
Istirahat sambil melihat pemandangan gunung Lawu. Sayang mendungnya terlalu tebal

Masuk ke kecamatan Purwantoro, track mulai menantang. Dimulai dengan lintasan landai sepanjang 500 meter, dan setelah itu full tanjakan, turunan dan kontur jalanan khas pegunungan yang dipenuhi dengan jalan berliku. Tepat di km 7, aku hampir menyerah karena perut mulai terasa tidak nyaman. Tapi rasanya kok sayang, baru segini sudah menyerah. Jadi aku istirahatkan tubuh sekitar 15 menit dan mengisi perut dengan satu buah pisang agar tenaga kembali terisi. Setelah tenaga mulai pulih, aku meneruskan perjalanan yang kali ini sudah mulai berat karena tanjakannya lumayan tinggi. Kalau dilihat di aplikasi Mapmyride, tanjakan-tanjakan yang ada di sana masuk ke angka 5 dan 4. Belum terlalu tinggi tapi sudah menantang karena begitu panjangnya tanjakan.

Si Ijo yang selalu menemaniku gowes
Si Ijo yang selalu menemaniku gowes

Meskipun lumayan berat, pemandangan yang akan didapatkan sangat bagus lho. Terutama kalau sudah sampai di dekat kantor kecamatan, pemandangannya tambah sempurna. Sepanjang mata memandang hanya ada sawah dengan bentuk terasiringnya. Surga bagi pecinta pemandangan alam khas pegunungan deh. Sayangnya aku gak sempat naik lagi ke atas. Padalah pemandangannya tambah bagus lagi kalau ke atas (utara). Mendung yang perlahan menyelimuti langit membuatku harus segera pulang. Meskipun cuma dua jam, aku sudah puas gowes ke sana. Semoga di lain kesempatan bisa gowes lebih ke atas lagi biar dapat pemandangan yang indah.

Mejeng dulu. Karena gak ada teman, ngandalin helm buat dijadiin sandaraan kamera
Mejeng dulu. Karena gak ada teman, ngandalin helm buat dijadiin sandaraan kamera

Incoming search terms:

  • gowes

Related Posts

Leave a Reply