Pelatihan Jurnalistik Lanjutan dari PNPM Wonogiri

Selasa, 21 April 2014, saya mendapatkan undangan untuk mengikuti Pelatihan Jurnalistik Lanjutan dari PNPM Wonogiri. Sebenarnya saya bingung juga kenapa bisa diundang. Undangan itu datangnya dari kantor UPK (Unit Pengelola Kegiatan) PNPM Kecamatan Kismantoro. Dulu sih saya pernah bekerja di sana selama 6 bulan. Menurut mereka karena pekerja di sana kurang begitu menguasai dunia menulis, jadi saya yang ditunjuk oleh mereka. Aneh tapi nyata ya, sudah tidak bekerja di sana tapi masih diundang pelatihan.

Pelatihan ini dilaksanakan di sebuah gendung pertemuan yang letaknya di depan Waduk Gajah Mungkur. Saya lupa nama gedung itu tapi yang paling saya ingat adalah letaknya yang berada di dekat depan pintu gerbang wisata Waduk Gajah Mungkur. Berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB dan memakan waktu perjalanan selama 1,5 jam. Sesampainya di sana, ternyata masih belum banyak yang datang. Oya, setiap kecamatan menyertakan 2 peserta pada pelatihan ini.

Suasana pembukaan pelatihan jurnalistik lanjutan
Suasana pembukaan pelatihan jurnalistik lanjutan (dok. pribadi)

Tepat pukul 10.00 WIB pelatihan dimulai yang mana mundur dari jadwal. Maklum saja budaya jam karet masih belum bisa dihilangkan juga. Pelatihan ini dibuka oleh petugas dari Bappeda, tapi saya juga lupa namanya karena asyik mengambil gambar (idiot) Selain petugas yang berwenang, ada juga petugas dari PNPM yaitu Pak Aji. Sedangkan materi kali ini akan disampaikan oleh pak Tus, wartawan senior dari Solo Pos.

Setelah beberapa sambutan, Pelatihan Jurnalistik Lanjutan pun dimulai. Kenapa pelatihan ini lanjutan ternyata tahun lalu sudah dilaksanakan pelatihan dasarnya. Lha saya tambah bingung lagi nih, pelatihan dasar saja tidak ikut kok pelatihan lanjutan diikutkan. Karena pelatihan lanjutan, pak Tus pada kesempatan kali ini langsung memberikan materi mengenai bagaimana caranya mengedit tulisan. Sebelum berangkat ke sini kan peserta diminta membuat artikel. Nah, artikel peserta itulah yang menjadi bahan untuk diedit secara langsung. Sayangnya bukan artikel saya yang diedit. Padahal kalau diedit oleh beliau kan saya bisa tahu mana yang harus diganti atau diubah.

Proses editing memang jarang sekali saya lakukan. Ternyata dalam proses menulis itu editing berperan penting dalam menghasilkan tulisan yang bermutu. Dari hasil pengamatan artikel sebelum dan sesudah diedit oleh pak Tus bersama para peserta, artikel lebih enak dibaca dan dipahami. Meskipun dasar menulis tidak saya dapatkan dari beliau, teknik editing yang baik dan benar sudah saya dapatkan. Kalau kawan-kawan blogger semua, melakukan proses editing tidak ya buat postingan yang akan diterbitkan di blog? (worship)

Incoming search terms:

  • komunitas jurnalistik di wonogiri

Comment(s) for “Pelatihan Jurnalistik Lanjutan dari PNPM Wonogiri”

  1. dadang

    wah seru nih pelatihannya. Saya jarang banget melakukan proses editing :'(

  2. Zakky

    Proses editing memang penting. Tapi kalau ngeblog kayaknya aku juga jarang melalui proses editing hehehe

Leave a Reply