Ikut Andil dalam Pesta Demokrasi

Rabu, 09 April 2014 semua orang berbondong-bondong pergi ke TPS. Ya, seperti yang sudah diketahui hari ini merupakan hari di mana hajatan besar seluruh rakyat Indonesia dimulai. Pemilihan umum untuk memilih calon anggota legislatif lebih tepatnya. Dari Sabang sampai Merauke bahkan hingga ke beberapa negara yang ada warga negara Indonesia melakukan pencoblosan ini.

Tak terkecuali dengan masyarakat di desaku. Kesibukan sudah terlihat satu minggu sebelum hari pencoblosan dimulai. Bahkan tiga malam sebelum hari H, pemuda desa mulai berjaga di beberapa titik penting seperti jalan utama masuk desa dan beberapa bagian lainnya. Bukan rahasia lagi bukan kalau masa-masa tenang digunakan untuk menyebar uang sebagai ganti membeli suara rakyat? Tapi Alhamdulillah pada pemilu kali ini tidak terdengar adanya sebaran uang di desaku. Di desa sebelah kabar serangan fajar santer terdengar.

Aku cukup antusias untuk menggunakan hak pilih ini. Jujur sih ini kali pertama aku ikut pemilu. Dulu di tahun 2009 aku sudah masuk usia pemilih tapi karena tidak bisa pulang jadi tidak bisa menggunakan hak suara. Karena baru pertama kali, aku banyak-banyak browsing tentang para caleg yang berjuang di dapil tempat aku tinggal. Jadi In Shaa Allah pilihanku tidak keliru (menurutku lho ya, kalau menurut orang lain gak tahu juga).

Karena tidak mau antri terlalu lama dan aku juga harus pergi ke luar kota, jadi aku berangkat ke TPS 05 tepat pukul 08.00 WIB. Ternyata di sana sudah ada beberapa orang yang antri. Yang buat aku takjub, teman-teman semasa SD yang memilih jadi preman, ternyata mau menggunakan hak suaranya lho. Salut nih sama mereka, walau seperti tidak berguna bagi masyarakat tapi di hati kecil mereka tetap ingin ada perubahan untuk negara tercinta.

Setelah menunggu beberapa saat, tibalah waktunya untuk masuk ke bilik suara. Ada empat kartu suara yang aku pegang dan harus dipilih satu-satu. Perlahan aku buka lipatan kertasnya lalu mencari nama yang sudah aku persiapkan dari rumah dan coblos deh. Jujur sih aku cuma mencoblos nama caleg di tingkat DPRD kota/kabupaten dan DPRD Propinsi. Sedangkan DPR-RI aku pilih partainya saja dan untuk DPD aku kosongkan. Lha bingung milih yang mana jadi ya aku kosongin saja. Ini salah gak ya? (bigeyes)

Empat kartu suara yang aku terima
Empat kartu suara yang aku terima

Setelah selesai mencoblos, aku lalu memasukkan kartu suara ke tempatnya. Tak lupa mencelupkan jari ke tinta sebagai bukti sudah menggunakan hak pilih. Karena aku tak ada bakat narsis jadi tak sempat memfoto jari yang berlumuran tinta.

Sore hari pulang dari kota sebelah, aku menyempatkan diri ke TPS untuk mengetahui perolehan suara. Persaingan paling seru terjadi di tingkat DPRD kota/kabupaten. Ada beberapa orang dari kecatamanku yang maju jadi persaingannya berjalan cukup seru. Untuk surat suara lainnya, kurang begitu terlihat keseruannya karena banyak warga desa yang tidak mengenali mereka. Tapi Alhamdulillah surat suara yang rusak sangat sedikit. Paling banyak sih di surat suara DPD karena banyak yang tidak mencoblosnya (termasuk aku)  (idiot)

Waktu penghitungan surat suara
Waktu penghitungan surat suara

Apapun hasilnya, semoga ini bisa mengubah nasib bangsa Indonesia ke depan. Kalau sampai mereka lupa janji-janji manis kepada rakyat, semoga mereka mendapatkan teguran dan bisa kembali ke jalan yang benar. Amiiin

Related Posts

Leave a Reply