Isran Noor dan Kepeduliannya Terhadap Budaya

Sosok Isran Noor mungkin masih banyak yang belum mengetahuinya. Beliau bukanlah sosok yang populis seperti tokoh-tokoh nasional lainnya yang mulai bermunculan akhir-akhir ini. Meskipun begitu bukan berarti sosok pemimpin daerah satu ini bisa diremehkan. Prestasi yang beliau raih tidak bisa dianggap sebelah mata. Terutama di bidang kebudayaan, beliau memiliki andil besar dalam mendukung pelestarian budaya. Tidak hanya di daerahnya saja melainkan di seluruh penjuru Indonesia.

Isran Noor yang merupakan seorang bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur, baru-baru ini telah melakukan perjalanan ke berbagai daerah. Perjalanan beliau dinamai dengan “Isran Noor Mendengar“. Lokasi pertama yang menjadi tempat kunjungannya adalah daerah Kulon Progo, Yogyakarta. Sebagai seorang yang suka dengan berbagai kebudayaan, Isran Noor mengemas acara kunjungannya dengan “Gelar Budaya Nusantara”. Berbagai kebudayaan dari daerah Kulon Progo khususnya ditampilkan di sana.

Isran Noor bersama Bupati Kulon Progo
Isran Noor bersama Bupati Kulon Progo (dok. Pribadi)

Isran Noor Mendengar ini dilaksanakan pada hari Minggu, 04 Mei 2014. Bersama dengan bupati Kulon Progo, dr. H. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) mereka berdua berinteraksi bersama warga masyarakat di sana secara langsung. Acara yang dikemas lebih santai dan tidak terkesan terlalu protokoler ini berjalan dengan meriah yang ditandai dengan antusias masyarakat yang begitu besar. Ketika sesi pertanyaan dimulai pun, banyak sekali masyarakat yang bertanya kepada beliau.

Isran Noor dalam #IsranNoorMendengar
Isran Noor dalam #IsranNoorMendengar (dok. Pribadi)
Pelapasan balon sebagai tanda dibukanya Gelar Budaya Nusantara (dok. Pribadi)
Pelapasan balon sebagai tanda dibukanya Gelar Budaya Nusantara (dok. Pribadi)

Acara Isran Noor Mendengar tidak hanya diisi bincang akrab bersama dua orang hebat ini. Seperti yang sudah disinggung di atas, acara ini dibungkus dalam Gelar Budaya Nusantara sehingga di sana juga tersedia hiburan rakyat dari berbagai daerah. Di sela sesi diskusi, masyarakat dihibur dengan tari Saman. Tarian khas daerah Aceh ini diperagakan oleh mahasiswi dari UII. Gerakan tarian Saman yang dinamis dan begitu kompak membuat hadirin terpukau. Tarian yang bagi sebagian orang hanya bisa dilihat di televisi kini bisa dilihat secara langsung.

Tari Saman, salah satu hiburan budaya di #IsranNoorMendengar (dok. Pribadi)
Tari Saman, salah satu hiburan budaya di #IsranNoorMendengar (dok. Pribadi)

Pertunjukan Reyog Ponorogo dan dipadu dengan jathilan khas Kulon Progo pun juga menjadi penghibung di akhir pertemuan Isran Noor bersama warga. Pertunjukan inilah yang lumayan menyedot perhatian. Para penari yang mulai kesurupan membuat orang menjerit dan lari ketakutan. Meskipun begitu mereka tetap kembali melihat pertunjukan itu setelah penari kembali disadarkan. Pertunjukan ini memang sedikit mengerikan karena para pemain bertindak di luar kesadarannya.

Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk sebagai penutup acara Gelar Budaya Nusantara (foto dari twitter resmi Isran Noor)
Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk sebagai penutup acara Gelar Budaya Nusantara (foto dari twitter resmi Isran Noor)

Gelar Budaya Nusantara tidak berhenti di situ saja. Malam harinya diselenggarakan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk. Kebudayaan dari Pulau Jawa ini pelan-pelan tanpa disadari memang sudah mulai hilang. Generasi muda mulai tidak menyukai kebudayaan dengan nilai hidup yang begitu besar itu. Isran Noor melihat fenomena ini dan mencoba mengangkat kembali pagelaran budaya wayang kulit dengan lakon Satria Piningit. Kegiatan ini juga menjadi penutup Gelar Budaya Nusantara dan Isran Noor Mendengar di Kulon Progo. Ke depannya Isran Noor akan mengadakan perjalanan ke beberapa darah lainnya. Di manakah lokasi selanjutnya dan apa budaya yang akan dia angkat? Yuk pantau infonya di akun twitter resmi Isran Noor @IsranOfficial. (Adv)

Comment(s) for “Isran Noor dan Kepeduliannya Terhadap Budaya”

  1. oh masnya dari Jogja toh saya kok baru kenal yah yang namnya Isran noor

    • Antoni Sutanto

      Wah sayang sekali gan! Coba deh ikutin sepak terjang Pak IN ini di https://www.facebook.com/IsranNoorOfficial supaya kenal

    • dafhy

      Saya bukan orang Jogja kok mas. Hanya sedang berada di sana saja pada acara itu. Seperti kata Mas Antoni untuk mengenal beliau bisa dilihat di akun media sosialnya ataupun di website-nya yang sudah saya tuliskan di dalam postingan (worship)

  2. Christina Hutabarat

    “Tidak populer” tapi punya inisiatif untuk menggagas acara sebesar ini? Wah salut sekali!! Ini baru pemimpin yang memang bertujuan untuk melestarikan budaya, bukan karena ingin cari perhatian media.

    Keren Pak :D

    • dafhy

      Kak Christina yup setuju kak. Tanpa pencitraan kalau berbuat tulus, lambat laun pasti akan dikenal banyak orang (worship)

  3. aku baru tau tokoh ini..
    mau maju pencapresan ya dia??

  4. maha oke

    ISRAN NOOR. Adalah ketua APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) atau ketua Bupati seluruh Indonesia. Ia menjabat Ketua mulai tahun 2011. APKASI merupakan organisasi tempat berhimpunnya para bupati di seluruh Indonesia yang dideklarasikan pada 30 Mei 2000 di Jakarta. Saat ini jumlah anggotanya telah mencapai 399 kabupaten. Tugasnya adalah mewadahi dan menyalurkan aspirasi daerah kabupaten ke pemerintah pusat. Di bawah kepemimpinan Bupati Kutai Timur Ir. H. Isran Noor, M.Si, APKASI terlihat berkembang cukup dinamis.

    Isran Noor lahir di desa ujung timur Kutai Timur, Sangkulirang, Isran Noor kecil adalah anak rawa yang dilahirkan di Kecamatan Sangkurilang Kab Kutai Timur pada Jumat Pon 20 September 1957. Ia berdarah Kutai dengan campuran darah Bugis. Sebagai figur ia memiliki pandangan politik Nasionalis. Pola pikir terbuka, tegas, dan jujur. Sahabat-sahabatnya (para Bupati) menjulukinya sebagai Bupati “Preman”. Ia suka bicara blak-blakan (terus terang) tegas dan jujur apa adanya. Tidak peduli siapa yang sedang ia hadapi. Isran Noor sebagai pecinta seni dan budaya, ia sangat tertarik dengan spiritualitas Jawa. Dan ia sangat apresiasi terhadap berbagai kesenian tradisional semua suku bangsa. Karena seni dan budaya dinilai sebagai bagian dari kekayaan spiritual Nusantara. Maka tidak mengherankan bila Sinuhun Hangabehi (Raja Kasunanan Kartasura) memberikan gelar KPH Condronegoro pada tahun 2010. Dan mendapatkan gelar KPH Hamengku Nagoro merupakan gelar kehormatan dari Kraton Solo. Isran Noor merupakan pribadi yang sangat menghormati para leluhur Nusantara yang telah mewariskan bumi pertiwi Nusantara. Selain di dalam negeri sendiri, Ia pernah melakukan ziarah keliling dunia mengunjungi leluhur-leluhur dunia yang dinilai pernah memberikan andil besar dalam kemajuan peradaban manusia.

    Pada Pilkada Kutim untuk masa jabatan 2011-2016, Isran mendaftar menjadi kandidat calon bupati Kutai Timur, berpasangan dengan calon wakil bupati Ardiansyah. Pilkada Kutim dilaksanakan pada tanggal 27 November 2010. Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara yang digelar KPUD Kutim, Isran-Ardiansyah mendapatkan dukungan lebih dari separuh pemilih, yaitu sebanyak 51,10 persen.

    dan untuk mengenal lebih dekat dengan beliau bpk Isran Noor silahkan mengunjungi situs resmi dari beliau
    di :http://www.isrannoor.info/

Leave a Reply