Wisata Heritage bersama Bus Trans Jogja

Indonesia sebagai negara bekas jajahan Belanda, memiliki banyak peninggalan sejarah yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Di kota-kota besar khususnya, banyak ditemukan kawasan gedung tua yang sering disebut juga dengan Kota Lama. Kawasan ini biasanya adalah pusat kota di zaman penjajahan. Maka tak heran jika kawasan itu dipenuhi oleh bangunan-bangunan lama. Kawasan ini jauh setelah kemerdekaan diraih, menjadi tempat yang asyik untuk menikmati hari libur. Suasana di zaman dulu akan terasa begitu kuat ketika berada di sana.

Yogyakarta sebagai salah satu kota bersejarah, ternyata juga memiliki peninggalan pendudukan Belanda yaitu gedung-gedung tua. Walaupun tidak terdapat dalam satu lokasi, bukan berarti wisatawan tidak bisa menikmati keindahan gedung-gedung tersebut. Karena berada di lokasi yang berbeda-beda, tentunya dibutuhkan kendaraan untuk mencapai lokasi. Kota Jogja yang ramah bagi semua wisatawan, juga telah menyediakan kendaraan umum yang bisa mengantarkan wisatawan menuju lokasi wisata. Kendaraan umum yang murah dan nyaman itu adalah bus Trans Jogja.

Wisata Heritage bersama Bus Trans Jogja

Berwisata heritage bisa dilakukan dalam satu hari saja. Perjalanan dapat dimulai pada pagi hari. Bagi wisatawan yang menggunakan pesawat untuk menuju ke Jogja, tur heritage bisa dimulai dari Bandara Adisucipto. Dari bandara, Anda dapat menuju ke halte di depan bandara. Ambil jalur 1A lalu turun di halte Ahmad Yani. Bagi yang datang menggunakan kereta, Anda bisa memulai perjalanan dari halte Malioboro 1. Untuk mencapai halte Malioboro 1, Anda harus berjalan kaki sekitar 5 menit dari stasiun. Dari sana Anda dapat mengambil jalur 1A dan turun di halte Ahmad Yani.

Turun di halte ini, Anda akan sampai di kawasan Titik Nol Kilometer. Dari sana Anda dapat menikmati bangunan tua khas Belanda. Bangunan pertama yang bisa dikunjungi adalah Loji Kebon. Bangunan yang kini menjadi Istana Kepresidenan Yogyakarta tersebut memiliki bangunan yang sangat khas dengan gaya arsitektur zaman Belanda. Anda dapat mengambil gambar bangunan tersebut sepuasnya. Meskipun tidak diperkenankan pengunjung untuk masuk ke dalam, menikmati dari luar pagar tidak mengurangi keindahan gedung tersebut.

Dari lokasi pertama, perjalanan dapat dilanjutkan ke Benteng Vredeburg. Benteng ini dapat dikunjungi dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 1.000 untuk anak-anak dan Rp 2.000 untuk dewasa. Benteng ini memiliki nilai sejarah yang tak ternilai harganya. Di sana dapat Anda lihat perjuangan pahlawan bangsa meraih kemerdekaan negera Indonesia. Di dalamnya Anda dapat melihat bangunan tua serta museum. Puas menikmati keindahan bangunan bersejarah ini, belum lengkap rasanya kalau belum istirahat sejenak di Café Indische Koffie. Kafe ini dibuka sejak pukul 09.30 hingga pukul 11 malam. Keistimewaan dari kafe ini adalah suasana dan menu makanan yang bergaya zaman colonial Belanda. Menu makanan tradisional Indonesia maupun barat akan membuat suasana heritage begitu kuat.

Wisata Heritage bersama Bus Trans Jogja

Tur heritage dilanjutkan ke perempatan Titik Nol Kilometer. Dari sana, Anda dapat melihat beberapa bangunan tua. Gedung Bank Indonesia, Gedung BNI, dam Kantor Pos Besar Yogyakarta merupakan bangunan tua yang masih berdiri kokoh hingga sekarang. Kawasan ini tidak pernah sepi dari pengunjung karena memang menjadi tempat asyik untuk berfoto. Gambar yang dihasilkan tidak seperti di Jogja, tapi di kota besar Eropa. Dari kawasan Titik Nol Kilometer, perjalanan dilanjutkan ke arah timur tepatnya di belakang Taman Pintar. Di sana terdapat gedung pertunjukan yang bernama Gedung Sosietet Militaire.

Perjalanan tur selanjutnya diteruskan dengan menuju ke halte KHA Dahlan 2. Letak halte ini berada di selatan Taman Pintar. Ambil jalur 1B dan Anda akan dibawa menuju ke kawasan tempat tinggal warga Belanda di zaman dulu yaitu di Kotabaru. Di sepanjang perjalanan, Anda akan melihat gedung-gedung bersejarah. Misalnya Hotel Phoenix yang merupakan salah satu hotel menarik di kota Jogja ini akan terlihat dengan jelas dari Jl. Sudirman. Tidak berhenti di situ saja, gedung-gedung tua juga akan ditemukan di sepanjang Jl. Cik Di Tiro. SMPN 1 Yogyakarta dan RS Mata Dr. Yap adalah dua bangunan yang dapat ditemukan di kawasan ini.

Sesampainya di halte Cik Di Tiro 2, Anda harus turun dan pindah ke halte Cik Di Tiro 1. Letaknya hanya berseberangan, jadi tinggal menyeberang jalan saja untuk ke sana. Dari halte ini, ambillah jalur 3A yang akan membawa Anda ke kawasan Kotabaru. Sama dengan perjalanan pertama, dari halte ini Anda akan disuguhkan pemandangan bangunan tua nan indah. Dimulai dari kawasan rindang nan menyejukkan di Jl. Suroto. Selanjutnya gedung SMAN 3, SMPN 5, dan Gedung SMU BOPKRI akan menyambut kedatangan Anda. Gedung-gedung itu adalah peninggalan pemerintahan Belanda.

Untuk menikmati kawasan Kotabaru, turunlah di Halte Kotabaru. Dari sana Anda dapat menikmati kawasan ini dengan berjalan kaki. Jangan takut kepanasan karena terdapat pohon-pohon rindang yang akan melindungi Anda dari terik sinar matahari. Sepanjang perjalanan, di sisi kiri dan kanan akan Anda lihat rumah-rumah bergaya Belanda. Rumah-rumah itu tetap berdiri kokoh hingga sekarang, dan sudah dialih fungsikan menjadi kantor dan ruko. Lelah mengitari kawasan Kotabaru, istirahat sejenak di House of Raminten sangatlah tepat. Tempat ini adalah tempat nongkrong yang cocok untuk siapa saja. Dibuka 24 jam dengan harga yang cukup terjangkau, tentunya sangat pas untuk yang berlibur ala backpacker. Lokasi tempat nongkrong ini adalah di Jl. FM Noto 7, Kotabaru.

Setelah puas melepas penat dan mengisi perut, perjalanan dapat dilanjutkan halte Kotabaru. Tujuan kali ini adalah ke kawasan Malioboro yang sekaligus sebagai penutup dari “tur heritage di Jogja”. Dari halte Kotabaru, Anda dapat mengambil jalur 3A dan transit di halte Sudirman 2. Sesampainya di halte ini, ambil jalur 1A yang akan membawa Anda ke Malioboro. Sebelum sampai di tujuan terakhir, Anda masih dapat menikmati bangunan-bangunan tua seperti Toko Ice Cream Tip Top yang ada di Jl. Mangkubumi. Toko es krim ini sudah ada sejak zaman penjajahan. Perjalanan tur heritage berakhir di kawasan Malioboro sebagai tempat yang pas untuk membeli oleh-oleh khas Yogyakarta.

 

Sumber gambar : http://pantatgajah.deviantart.com/art/Benteng-Vredeburg-184202630

Incoming search terms:

  • www bokepmi com
  • www!bokepMI

Comment(s) for “Wisata Heritage bersama Bus Trans Jogja”

  1. pernah naik bus trans jogja..
    tapi disarankan buat yg punya waktu lebih karena kadang harus gonta-ganti trayek bus untuk sampe lokasi

Leave a Reply