Tradisi Idul Adha di Desaku

Idul Adha sebagai hari besar umat Islam memang sudah beberapa hari berlalu. Tidak ada yang istimewa memang jika dibandingkan dengan hari raya Idul Fitri kalau sedang tinggal di desa. Sanak saudara yang merantau tidak ada yang pulang. Sehingga suasana ini lebih sepi jika dibandingkan dengan suasana Idul Fitri. Yang sedikit meriah adalah masalah mengurusi hewan kurban yang kian tahun kian banyak saja jumlahnya.

Dahulu waktu saya masih kecil, tidak dijamin setiap hari raya Idul Adha ada hewan kurban yang akan disembelih. Tapi kini jumlahnya tiap tahun mengalami peningkatan. Beberapa tahun lalu, 2 kambing saja sudah banyak di masjid dekat rumah saya, kini sudah 3 tahun berturut-turut jumlah hewan kurbannya menjadi 9 ekor kambing.

Tradisi Idul Adha yang Masih Terjaga

Selain jumlah hewan kurban yang bertambah membuat suasana berbeda di Idul Adha kali ini, masih ada satu hal lagi yang membuat suasana tampak ramai. Setelah selesai melaksanakan sholat Ied berjamaah, kami seluruh warga melaksanakan sarapan bersama di halaman masjid. Makan bersama ini disebut juga dengan kondangan. Kondangan ini dulunya diadakan dengan dasar mengisi perut bersama sebelum mengurusi hewan kurban karena sebelum sholat Ied memang disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu. Agar suasana menjadi meriah, tercetuslah acara ini.

Sambil berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat Ied bersama, seluruh warga akan membawa bekal nasi dengan lauk seadanya. Tidak ada yang istimewa dari lauk yang dibawa, hanya lauk sederhana seperti mie goreng, tempe, tahu dan telur dadar. Semua bekal ini dikumpulkan lalu setelah sholat usai, baru bekal itu dibagikan kembali. Karena dikumpulkan terlebih dahulu, bekal yang akan kita bawa akan saling bertukar dengan bekal warga lainnya. Inilah yang membuat suasana pagi itu begitu berbeda. Dengan menu seadanya, suasana makan bersama ini menyimbolkan kerukunan antar warga. Semoga tradisi ini tidak hilang dimakan waktu. Ini tradisi Idul Adha di desaku, bagaimana tradisi di desa atau kotamu? Masihkah ada?

Incoming search terms:

  • tradisi ngentot
  • cerita ngentot tradisi
  • cerita ngentot saat idul fitri
  • cerita ngentot tradisi kampung/
  • cerita ngentot karena tradisi
  • tradisingentot
  • cerita ngentot fitri
  • cerita ngentot didesa saat idul fitri
  • cerita ngentot di hari raya idul adha
  • cerita dewasa idul fitri

Comment(s) for “Tradisi Idul Adha di Desaku”

  1. ditempatku ga ada tradisi seperti ini soalnya setelah shalat ied langsung memulai pemotongan kurban hehe :D

  2. muantab kang. selamat idul adha ya. sediluk maneh gek grebek suro

Leave a Reply