#KopdarBlogger Solo: Bukan Kopdar Biasa

Foto-foto dulu meski nyasar (foto Jidat)

Baru saja rasan-rasan dengan beberapa teman tentang kopdar blogger yang sudah lama tidak diadakan, pakdhe Blontank tiba-tiba nge-tag diriku di facebook tentang rencana menghelat kopdar blogger. Ide ini tentu langsung aku setujui karena sudah lama tidak bersua dengan teman-teman. Dari ide ini ternyata benar-benar pakde eksekusi dan ditetapkanlah pelaksanaan acara tanggal 26-27 Maret di Karanganyar, Jawa Tengah.

Dalam benakku, kopdar blogger ini akan sama dengan kopdar blogger yang lainnya. Ternyata konsepnya sangat berbeda. Mulai dari jumlah peserta yang dibatasi, hingga rundown acara yang peserta tidak ketahui. Kopdar yang tidak biasa ini membuatku antusias untuk datang bersama rombongan dari Ponorogo (Jidat, Pardi dan Gofur).

Sabtu pagi 06.30 aku berangkat dari rumah menuju titik poin di warung kopi Hokya-Hokya Hak e milik mas Pardi. Tepat pukul 8.30 kita berangkat menuju lokasi pertama, Bale Branti untuk makan siang. Kami ternyata rombongan pertama yang datang di lokasi. Setelah 30 menit menunggu, mulai berdatangan rombongan lain yang berangkat dari RBI (Rumah Blogger Insya Allah Indonesia).  Acara makan siangpun dimulai lalu dilanjutkan dengan pemaparan potensi desa dari kepala desa Kemuning.

Bale Branti (dok. Dzofar.com)
Bale Branti (foto. Dzofar.com)

Dari bapak Widyoko selaku kepala desa Kemuning, aku mendapatkan banyak sekali informasi. Ternyata Bale Branti ini didirikan di atas tanah bengkok desa. Merasa memiliki potensi untuk membangun tempat wisata alam, kepala desa bersama para perangkatnya mencoba memanfaatkan tanah bengkok ini dengan cara lain. Ditariklah investor yang akhirnya membangun Bale Branti sebagai lokasi tempat makan dengan pemandangan alamnya yang indah. Selain tanah bengkok disewakan untuk lokasi tempat makan yang yahud, keputusan ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat desa. Ada perjanjian antara Kepala Desa dan Bale Branti untuk memanfaatkan sumber daya alam dan manusia dalam menjalankan rumah makan ini. Jadi para pekerja di Bale Branti ini semuanya merupakan warga desa Kemuning. Selain itu bahan makanan yang tersedia di desa Kemuning juga harus diambil dari sana. Wah, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui nih. Warga desa mendapat pekerjaan di desanya sendiri, serta roda perekonomian warga juga bergerak dengan lancar.

Foto bersama Kepala Desa Kemuning & peserta (dok Dzofar.com)
Foto bersama Kepala Desa Kemuning & peserta

Selepas makan siang dan bincang-bincang bersama kepala desa Kemuning, seluruh peserta diajak menuju lokasi penginapan. Dengan PDnya, kita mengajak rombongan dari Magelang (Agus Mulyadi dkk) untuk berangkat lebih dulu tanpa ada yang tahu di mana lokasinya. Walhasil, kita harus beberapa kali salah jalan. Tapi enaknya kita bisa menikmati pemandangan indah dari atas bukit.

Foto-foto dulu meski nyasar (foto Jidat)
Foto-foto dulu meski nyasar (foto Jidat)

Setelah mendapatkan detail lokasi dari perangkat GPS, kita langsung menuju ke sana. Sesampai di lokasi, ternyata diskusi bersama perangkat desa Segoro Gunung sudah dimulai. Karena tidak adanya pengeras suara, diskusi kurang begitu terdengar. Aku memanfaatkan waktu bercengkrama dengan mas Kika, Hassan dan juga Brodex. Dari obrolan ringan ini banyak pelajaran yang aku dapat. Lain waktu coba aku tulis ya, Manfaat banget ilmu yang dibagikan ketiga senior ini.

Obrolan harus terhenti sesaat karena waktu magrib sudah tiba. Bersama beberapa teman aku pergi ke masjid untuk sholat magrib. Acara bebas setelah solat, aku mencoba bergabung dengan teman-teman dari Surabaya. Sayangnya obrolan itu tidak aku pahami, jadi aku putuskan menyingkir dan bergabung kembali dengan mas Kika dkk. Obrolan seru ini harus terhenti karena pak Menteri Kominfo sudah datang. Semua peserta beranjak ke lantai dua.

Diskusi bersama Chief Rudiyantara berlangsung selama 3 jam. Jauh dari ekspektasiku, ternyata diskusi ini menarik untuk diikuti. Mata yang sudah mengantuk kembali terjaga dengan pemaparan pak menteri mengenai berbagai masalah di dunia maya. Satu hal yang aku garis bawahi dari tindakan chief RA, dia memberikan gambaran bagus bagaimana meningkatkan penggunaan internet untuk menyokong perekonomian bangsa. Diskusi selesai, tak lupa kita untuk berfoto bersama.

Tak lengkap kalau belum foto bersama
Tak lengkap kalau belum foto bersama

Selepas diskusi, para peserta ada yang beranjak tidur, melanjutkan diskusi bersama para senior, dan juga bakar jagung. Karena mata yang tidak juga mau diajak untuk tidur, aku ikut aktivitas teman-teman di lantai bawah, menikmati jagung bakar serta berdiskusi bersama para senior. 03.00 aku putuskan untuk tidur agar stamina tetap terjaga keesokan harinya.

Bakar Jagung
Bakar Jagung (foto Jidat)

Beberapa saat terlelap, adzan subuh sudah berkumandang. Dengan mata yang masih cukup berat, aku memaksakan untuk bangun dan pergi ke masjid bersama teman-teman. Udara yang cukup dingin dengan pemandangan pegunungan yang indah, sangat pas untuk lari-lari. Tapi aku memutuskan untuk berkumpul dengan rombongan Agus Mulyadi yang selalu mengundang gelak tawa.

Dirasa sudah cukup siang, akupun memutuskan untuk mandi pagi lalu menikmati sarapan dengan lauk khas kampung yang begitu nikmat. Bergerombol dengan Agus Mulyadi, Dzofar dkk, ketika makan ternyata masih ada ilmu yang aku dapatkan. Memang mereka-mereka ini orang keren yang tidak pernah habis ilmunya aku keruk.

Acara terakhir, diskusi lanjutan yang membahas masalah dunia blogosphere yang mulai menggeliat kembali. Untuk merangsang munculnya konten-konten positif, teman-teman mencoba menghidupkan kembali Internet Sehat Award dengan konsep yang dan nama yang baru. Jadi aktif ngeblog lagi ya Dafh (idiot)

Diskusi tentang dunia blogosphere sudah selesai, acara diisi dengan berbagi pengalaman dari mas Jaka Baloeng, seorang difabel yang tidak difabel. Mas Jaka ini sudah lama aku kenal ketika bermain ke RBI. Beliau adalah seniman yang melek teknologi. Sama aliran dengan Dzofar, bedanya kalau Dzofar menggambar dengan Corel Draw, mas Jaka menggambar dengan Microsoft Word! Ya, aplikasi yang bagi kebanyakan orang digunakan untuk menulis bisa beliau manfaatkan untuk menggambar. Penasaran dengan hasil gambarnya? Check saja di akun IG-nya di @JakaBalloeng. Boleh juga lo kalau mau order buat hadiah pacar atau istri.

Mas Jaka (duduk di kursi kanan)
Mas Jaka (duduk di kursi kanan)

Dari mas Jaka ini aku mendapatkan banyak sekali ilmu. Keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya. Beliau dengan keterbatasan yang dimiliki memiliki pemikiran yang jauh ke depan. Bisa jadi kita ini yang difabel pemikirannya dari pada mas Jaka.

Banyak testimoni positif dari gelaran #KopdarBlogger kali ini. Mulai dari peserta yang terbatas sehingga membuat para peserta bisa saling mengakrabkan diri, rundown acara yang santai tapi berisi, tempat yang sangat nyaman, makanan desa dengan rasa juara, dan kaos yang pantas untuk dipakai bergaya. Satu hal yang akan aku tambahi, berkumpulnya orang-orang hebat di acara ini membuatku mendapatkan banyak ilmu. Sehingga pulang tidak hanya membawa bingkisan tapi bekal yang berguna untuk ke depan. Semoga acara seperti ini akan berlanjut lagi di tahun depan seperti yang kita rencanakan di akhir acara.

Terimakasih pakdhe Blontank atas undangannya. Terimakasih teman-teman RBI yang sudah bersusah payah menjamin acara berjalan dengan lancar. Terimakasih atas makanan yang menggugah selera. Terimakasih atas tempat menginap yang nyaman. Terimakasih atas pertemanan dan ilmu-ilmu yang bermanfaat dari kalian semua.

Sampai jumpa tahun depan
Sampai jumpa tahun depan

Incoming search terms:

  • Catatan ku

Comment(s) for “#KopdarBlogger Solo: Bukan Kopdar Biasa”

  1. Emang benar-benar keren acaranya.
    Kayaknya segera nyusun konsep acara, kelanjutan dari kopdarblogger kemarin.

    Semoga kemesraan ini tidak lekas berlalu…

  2. pokoke mantabbb… Ponorogo siap bikin setelah ini ya :)

  3. kopdar yg bikin iri, sayangnya kemarin saya belum cukup sehat, jd ngga bisa ikut kopdar ini

  4. Aku tak melok ae nek enek kopdaran. Nek didadekno penyelenggara yo emoh. Ra sanggup. Hahaha

    Btw kui fotone mas Blontank link e ning mas Blontank ae.

  5. aku dadi pengen ngumpulin blogger klaten nih, biar rame kayak blogger2 kota lain. :D

  6. Sebagai mantan blogger saya senang melihat arek arek blogger bisa kumpul-kumpul lagi :D

  7. […] #KopdarBlogger Solo: Bukan Kopdar Biasa oleh @dafhy […]

  8. Lek ponorogo bikin, Aku pengen melok mas. Lek oleh seh, lek ndak ya gak papa.. :(

  9. […] ditanya apa saja rangkaian acaranya, semua sudah ada di postingan Dzofar dan Dafhy di sini lengkap! Begitu juga dengan catatan perwakilan Plat-M yang datang jauh-jauh dari Madura: Itsnain […]

  10. Kesasar rapopo sing penting poto-poto. Hahaha. Sampai jumpa di kopdar selanjutnya, mas Dafhy.

  11. Kopdarnya sungguh meriah. Memang seharusnya peserta dibatasi. Kepala desanya sungguh gaul.

  12. manrap nih kopi daratnya
    sukses terus untuk para blogger indonesia

Leave a Reply