Wajah Baru Pembukaan Grebeg Suro 2016

penutup-grebeg-suro-2016Pembukaan Grebeg Suro 2016 dan Festival Nasional Reyog Ponorogo XXIII – Rangkaian acara Grebeg Suro tadi malam resmi dibuka. Alhamdulillah tahun ini, aku bisa menjadi saksi kemeriahan acaranya. Konsep acara Grebeg Suro tahun ini kurasa begitu berbeda dari tahun sebelumnya, dan itu memang dipersiapkan dengan matang oleh pemerintah agar gelar budaya ini semakin diminati banyak orang.

Pukul 7 malam, aku sampai di aloon aloon Ponorogo. Agak sedikit bingung sih dengan penataan lokasinya. Seluruh penjuru aloon aloon dikepung pagar besi. Hanya ada dua akses pintu masuk untuk umum, satu akses pintu khusus undangan dan satu pintu masuk di belakang panggung untuk petugas yang berwenang.

Ada tempat buat selfie juga
Ada tempat buat selfie juga

Masuk lewat pintu depan, ada tenda-tenda makanan dan minuman. Yang suka foto selfie, panitia juga nyediain photo booth juga lho. Jadi bisa selfie sepuasnya. Sedikit masuk ke dalam, sampai di lokasi pembelian tiket. Tiketnya cukup murah ternyata, hanya Rp 5.000 perorang. Setelah beli tiket, pengunjung bisa masuk ke dalam memilih kursi. Kursinya banyak banget kok, jadi jangan khawatir kehabisan tempat duduk ya.

Loket tiket
Loket tiket

Sejak dari pintu masuk sebenarnya sudah terlihat banget konsep acaranya beda dari tahun sebelumnya. Apalagi lihat panggung utamanya, keren abis pokoknya. Sayangnya acara agak mundur dari jadwal. Baru jam 9 malam, acara baru dimulai. Tapi meski terlambat, pembukaan acaranya meriah banget.

Dimulai dari penampilan tari dari SMKN 1 Ponorogo. Ada juga tarian Rampak Salam dari kabupaten Gresing. Nah, penampilan ketiga yang dapat standing applause dari penonton. Siswa siswa SMPN 2 Kauman, nampilin tarian reyog. Mereka yang masih SMP bisa lho nampilin pertunjukan reyog yang super duper keren. Wajar aja kalau mereka menang Festival Reyog Mini tahun ini.

Penampilan Reyog Mini SMPN 2 Kauman (juara 1 Festival Reyog Mini 2016)
Penampilan Reyog Mini SMPN 2 Kauman (juara 1 Festival Reyog Mini 2016)

Masuk ke acara ini, Bupati Ponorogo Ipong Mukhlisoni, ngumumin kalau ada beberapa perubahan dalam konsep Grebeg Suro tahun ini. Mulai dari nama yang dulu Festival Reyog Nasional, diubah jadi Festival Nasional Reyog Ponorogo. Perubahan nama dilakukan buat nunjukin kalau reyog itu milik Ponorogo.

Bupati juga nyinggung masalah pasar malam yang selalu ada di acara Grebeg Suro tahun-tahun sebelumnya, kini ditiadakan. Tujuannya, biar juri bisa fokus menilai dan tidak terganggu suara bising dari permainan tong setan atau yang lainnya. Nah, pasar malam ini sekarang diganti dengan stand-stand yang bisa disewa oleh masyarakat untuk berjualan. Stand-nya ditata rapi jadi enak dipandang.

Tahun lalu ada sedikit beberapa peserta group reyog yang merasa juri kurang obyektif karena mereka ada yang menjadi pelatih dari salah satu group peserta. Tahun ini dipastikan jurinya tidak ada yang menjadi promotor atau pelatih dari group reyog peserta. Harapannya semoga juri bisa benar-benar obyektif ketika menilai.

Penasaran berapa jumlah group reyog yang ikut tampil di Festival Nasional Reyog Ponorogo? Total ada 39 group reyog. 18 kontingen dari kota/kabupaten di Indonesia dan 1 kontingen dari group Reyog Korea Selatan. Hei, jangan dipikir itu yang main orang Indonesia yang kerja/ kuliah di sana aja ya. Ada beberapa pemain yang asli dari Korea Selatan lho.

Proses penyerahan Piala Bergilir dari pemenang tahun lalu ke panitia
Proses penyerahan Piala Bergilir dari pemenang tahun lalu ke panitia

Pembukaan Grebeg Suro 2016 ini ternyata dihadiri pejabat-pejabat penting lho. Ada Gus Ipul, wakil gubernur Jawa Timur. Trus ada juga pak Menteri Desa dan Daerah Tertinggal. Mereka duduk manis di kursi undangan, meski hujan beberapa saat turun. Alhamdulillah gak berlangsung lama hujannya.

Menteri Desa selain didapuk untuk membuka rangkaian acara Grebeg Suro, juga mendapatkan gelar dari sesepuh Ponorogo. Dia mendapatkan gelar Warok Kehormatan yang dikukuhkan di atas panggung utama aloon aloon Ponorogo.

Tari reyog bisa juga digabungin tari-tari lain
Tari reyog bisa juga digabungin tari-tari lain

Waktu masuk jam 11.30 malam, rangkaian acara pembukaan Grebeg Suro masuk ke sesi terakhir. Sebagai penutup ada persembahan tari dari siswa-siswi SMKN 1 Jenangan yang gabungin tarian reyog Ponorogo dengan berbagai tarian dari daerah lain. Di akhir tarian, ada pesta kembang api yang gila banget meriahnya. Beberapa menit langit di atas aloon aloon jadi penuh warna. Sekadar bocoran saja, kembang api yang dikeluarkan baru 35%. Sisanya akan dikeluarkan di malam penutupan Grebeg Suro. Bisa dibayangin gak itu meriahnya acara penutupan.

Malam pembukaan Grebeg Suro berakhir jam 12 malam. Secara keseluruhan, acara pembukaan aku nilai sudah sangat baik. Mulai dari penataan lokasi yang lebih baik, sampai pertunjukan yang keren banget.

Tapi ada sedikit catatan untuk panitia ke depannya. Aku gak nemuin satupun tempat sampah di dalam lokasi. Jadi kotak bekas snack ya berserakan di mana-mana. Sudah bukan rahasia lagi sih kalau acara gede gitu pasti ninggalin sampah menggunung. Tapi kalau ada tempat sampah kan masyarakat bisa diedukasi untuk buang sampah di tempatnya. Kalau gak dibiasakan, kapan mau jadi budaya untuk buang sampah di tempatnya?

Sesekali selfie di depan panggung
Sesekali selfie di depan panggung

 

Incoming search terms:

  • pemenang grebeg suro 2016
  • jadwal lengkap suro kab blitar
  • masalah yang ada di grebeg suro ponorogo
  • pemenang Festival grebek suro tadi malam
  • Penampilan smkn 1 ponorogo saat pembukaan grebeg suro
  • piala grebek suro ponorogo 2016

Related Posts

Comment(s) for “Wajah Baru Pembukaan Grebeg Suro 2016”

  1. Semoga aja ya mas acara yang besar seperti ini tidak tercoreng dengan adanya kerusuhan atau mabuk-mabukan…

  2. Acaranya fantasi banget, top dech. Semoga lain waktu bisa menyaksikan hehehe secara langsung di TKP

Leave a Reply